Rapi & Senyap, Pembunuhan Jamal Khashoggi Mirip Mission Impossible
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, saat menjadi pembicara dalam sebuah acara yang digelar Middle East Monitor di London, Inggris 29 September 2018. (Reuters / Middle East Monitor)

Solopos.com, SOLO -- Pembunuhan terhadap kolumnis The Washington Post asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, diduga dilakukan dengan sangat rapi dan terencana. Selain melibatkan 15 eksekutor, skenario pembunuhan diduga juga dilengkapi upaya untuk mengecoh tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, yang saat itu menunggu di luar gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Berikut kronologi pembunuhan Jamal Khashoggi yang dihimpun Solopos.com dari sejumlah sumber jaringan berita:

Senin (1/10/2018)

- Tim terdiri atas tiga orang datang pada Senin (1/10/2018) dari Arab Saudi dengan pesawat komersial. Setibanya di Istanbul mereka pergi ke sebuah hotel kemudian menuju gedung konsulat.

- Sebanyak 15 orang Saudi datang diduga untuk mengeksekusi Khashoggi. Di antaranya adalah ajudan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Maher Abdulaziz Mutreb.

- Pada Senin (1/10/2018) malam, sebuah kendaraan berpelat diplomatik masuk dari pintu taman konsulat Saudi, sehari sebelum kejadian. Kehadiran mereka terekam CCTV.

Selasa (2/10/2018)

- Ajudan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Maher Abdulaziz Mutreb, terekam kamera CCTV berada di luar konsulat Saudi pada pukul 9.55 waktu setempat.

- Seorang pria bernama Mustafa al-Madani terlihat memasuki konsulat sekitar pukul 11.00, dua jam sebelum kedatangan Khashoggi. Pria ini diduga diduga memainkan peran sebagai "pengganti" Khashoggi setelah terbunuh.

- Jamal Khashoggi masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 13.14 waktu setempat untuk mengurus dokumen untuk pernikahan dengan tunangannya Hatice Cengiz. Khashoggi disambut seorang petugas dan di bawa ke kantor Konjen Saudi.

- Terjadi percakapan antara Konsulat Jenderal Arab Saudi Mohammed al-Otaibi dan Khashoggi. Dari rekaman, Khashoggi diduga diseret di sebuah ruangan, lalu disiksa sehingga teriakannya terdengar staf konsulat.

- Khashoggi sempat disiksa. Setelah itu, dia disuntik cairan misterius agar tak berteriak, dan para pelaku mulai memutilasinya dalam keadaan hidup-hidup (sumber: media Turki Yeni Safak).

- Pelaku memasukkan potongan tubuh ke dalam 15 kantong plastik. Potongan tersebut dihancurkan menggunakan cairan asam dan disembunyikan di dekat rumah Otaibi (SkyNews).

- Mustafa al-Madani (diduga berpura-pura sebagai Khashoggi) meninggalkan gedung itu. Dia mengenakan pakaian Khashoggi dan memakai kacamata yang sama dan jenggot palsu. Ketika Hatice Cengiz sedang menunggu Khashoggi kembali, pemerintah Saudi mengatakan bahwa Khashoggi telah meninggalkan gedung itu.

- Setelah meninggalkan konsulat, Madani naik taksi ke Masjid Sultanahmet, Istanbul. Dia diduga pergi ke kamar mandi dan mengganti pakaian Khashoggi ke pakaian lain, tetapi membawa tas plastik.

- Madani tiba di sebuah restoran dan rekaman kamera pengawas menunjukkan dia mencopot janggut palsu yang dia kenakan. Madani melempar kantong plastik yang dibawanya ke tempat sampah--yang menurut para pejabat Turki berisi pakaian Khashoggi, menurut CNN.

- Mutreb terekam kamera berada di sebuah hotel di luar kediaman konsul Saudi pada pukul 16.45, di sebuah hotel pada pukul 17.15, dan terakhir di bandara pada pukul 17.58.

Rabu (17/10/2018)

Pada Rabu (17/10/2018) malam waktu setempat, polisi Turki menuju rumah Otaibi dan melakukan pencarian setelah mencapai kesepakatan dengan pemerintah Arab Saudi di Riyadh. Puluhan petugas forensik menyebar dan mencari petunjuk baik di area kebun maupun dalam rumah.


Sumber: Anadolu, Sabah, Yeni Safak, Skynews, Independent



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom