Tutup Iklan

Rapat Antisipasi Banjir Jakarta, Anies Belum Ada Solusi

Rapat Antisipasi Banjir Jakarta, Anies Belum Ada Solusi

SOLOPOS.COM - Pekerja dengan alat berat meratakan tanah pascapembongkaran bangunan semi permanen di area bantaran sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Jumat (14/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aprillio Akbar)

Anies-Sandi membahas antisipasi banjir Jakarta. Namun belum ada solusi pasti.

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah pimpinan Anies Baswedan - Sandiaga Uno melakukan rapat untuk mengantisipasi musim penghujan dan banjir. Anies mengatakan ada perubahan iklim.

"Karena seperti kita ketahui dengan adanya climate changes dan siklus menghadapi banjir khususnya 2017 dan awal 2018, ini yang selalu kita siapkan," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/10/2017). Menurut Anies, masih banyak masalah yang akan segera dapat dipetakan satu per satu.

"Ini dulu yang bisa kami sampaikan karena belum ada solusi pasti pasti inovatif," kata Anies.

"Satu hal yang kita tegaskan, masalah air itu masalah rutin, tapi masalah yang sama enggak boleh berulang. Salah satunya yang kita diskusikan, laporan tentang situasi genangan air," kata Anies.

"Hasil rapat disampaikan bahwa hampir 5.000 laporan tahun lalu yang terverifikasi hanya 10 persen, sedangkan 50 persen hoax," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno, menyampaikan bahwa musim hujan akan datang dan dengan perubahan iklim dan perubahan cuaca yang tidak terprediksi. Karena itu, Jakarta akan mengalami masa-masa yang sangat berat.

"Kita harus siap. Dan ini yang kita ingin warga ikut mengantisipasi masalah sampah yang tadi disampaikan menjadi masalah yang sangat kelihatan di depan mata. Kita butuh partisipasi deri masyarakat juga karena tadi dilaporkan masalah sampah ini menjadi salah satu isu yang sangat krusial," kata Sandi.

"Dengan adanya sampah, maka saluran-saluran tidak berfungsi dengan normal dan itu menjadi tanggung jawab masyarakat," katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Lockdown Total Malaysia Diperpanjang 2 Pekan

Aturan lockdown total atau kontrol gerakan Malaysia yang dikenal sebagai MCO 3.0, diperpanjang dua pekan lagi, 15 Juni hingga 28 Juni 2021.

Begini Menag Sikapi Keputusan Haji 2021 Arab Saudi

Menteri Agama Yaqaut Cholil Qoumas menyatakan pemerintah tidak lagi fokus pada penyelenggaraan ibadah haji 2021 setelah keputusan Arab Saudi.

Angka Kematian Akibat Covid-19 di India Diragukan

Angka kematian resmi akibat virus corona di India semakin diragukan, seperti di Bihar yang temuan ribuan kasus Covid-19 tidak dilaporkan.

15 Anggota KKB Papua Dilumpuhkan, 4 Tewas Ditembak

Satgas Nemangkawi menundukkan kelompok kriminal bersenjata atau KKB yang diklasifikasikan teroris di Papua.

Film Hong Kong Bakal Dikekang UU Keamanan Nasional

Hong Kong menginstruksikan sensor film apa pun yang dinilai bertentangan dengan UU Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh China tahun lalu.

Songsong Pilkada 2024, Puan Maharani Konsolidasikan PDIP di Jatim

Baliho bergambar Ketua DPR Puan Maharani bermunculan di Jawa Timur menjelang Pemilihan Presiden 2024 dan Pilkada 2024.

Ditinjau Menteri PUPR, Proyek Pintu Air Demangan Baru Capai 60%

Selain kondisi pintu air Demangan lama yang sudah mengkhawatirkan, terjadinya perubahan iklim turut mengubah debit air sungai.

Kim Jong-un Sebut K-Pop Seperti Kanker Ganas

Pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menyebut hallyu atau Korean wave bagaikan kanker ganas yang merusak anak muda Korea Utara.

Asyik, Wisata Kuliner Pasar Doplang Wonogiri Mulai Buka

Wisata Pasar Doplang Wonogiri khusus menyajikan kuliner/penganan tradisional dengan mengadopsi konsep transaksi zaman dahulu.

Teken MoU dengan LSPPO, FP UNS Bekali Lulusan dengan Kompetensi Pertanian Organik

FP UNS bakal menjadi tempat uji kompetensi dan membekali lulusan dengan sertifikat kompetensi bidang pertanian organik.

Kediri Canangkan Gempur Rokok Ilegal

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai untuk mencanangkan kampanye Gempur Rokok Ilegal.

Waduh, Ada Titik Api Baru di Pembatas Tangki Pertamina Cilacap

Pihak Pertamina Cilacap menjelaskan ada titik api baru di area 39 yang menjadi lokasi kebakaran tangki di kawasan kilang Jumat malam.