Rambut Nenek, Jajanan Legendaris yang Nyaris Punah di Solo
Rambut nenek Mbah Hadi (Instagram/@solokenyang).

Solopos.com, SOLO -- Rambut nenek, jajanan legendaris yang sudah langka ini masih dicari dan disukai oleh masyarakat. Jajanan yang terbuat dari gula dan tepung ini sekilas mirip gulali, tetapi yang membedakannya adalah bentuknya yang seperti rambut yang dilapisi tepung putih.

Di Solo, Jawa Tengah (Jateng), penganan yang dulu lazim ditemukan di sekolah-sekolah ini masih dijual oleh Mbah Hadi. Perempuan yang telah berusia 70 tahun ini masih setia berjualan jajanan anak-anak ini di seberang Bank Mayapada, Coyudan, Solo.

Tak hanya menjual rambut nenek, Mbah Hadi juga dikenal sebagai penjual yang penuh kasih sayang. Hal tersebut diungkapkan oleh pengelola akun Instagram @solokenyang, Rabu (5/2/2020).

Hotman Paris Ngaku Diberi Gelar Gus dari Almarhum Gus Sholah, Kok Bisa?

"Salah satu jajanan yg harus dilarisi ini lur, selain jarang yg jual, jajanan ngene ki nek ra dilestarikan iso punah lho!!! Pas aku ke sana kmren lumayan sepi, mung aku tok lur padahal menurutku jajanane Simbah Hadi enak dan legend... Simbahnya wis sepuh, wis umur 70an tahun isih sregep makaryo... Isih gemati [penuh kasih sayang] karo customer... WES MANTEP POL," kata pengelola akun Instagram @solokenyang.

Meski sudah langka, harga rambut nenek tak banyak berubah dan tetap murah. Bagi yang ingin membeli rambut nenek Mbah Hadi, cukup mengeluarkan uang sebesar Rp5.000 per porsi.

Impor Disetop, Harga Bawang Putih di Sragen Tembus Rp55.000/Kg

"Wes pokoe nek do longgar mbok mampir neng jajanan legend rambut nenek iki, ora kudu pas pengen... Yo anggep ae nglarisi simbah lur... Tak dongake wes mugo-mugo seng tuku jajanane Simbahe iki isoh dobel-dobel pahalane [sudah pokoknya kalau santai silakan mampir di jajanan legendaris rambut nenek ini. Enggak harus pas pengin, ya anggap saja nglarisi simbah lur. Tak doakan semoga yang beli dagangan Mbah Hadi bisa dobel-dobel pahalanya]," imbuhnya.

Anggotanya Dituding Selingkuh Saat Kunker, Wakil Ketua DPRD Karanganyar: Jangan Tuduh Tanpa Bukti

Selain Mbah Hadi, di Klaten, Jawa Tengah (Jateng), juga ada nenek-nenek yang berjualan gulali dan rambut nenek. Penjual yang tak diketahui namanya ini berjualan di depan Pemancingan 1001 Janti, Klaten. Seporsi rambut nenek ini dibanderol jauh lebih murah, yakni Rp2.000.

Menurut informasi dari pengelola akun Instagram @dolandewewani yang diunggah ulang oleh pengelola akun @jelajahsolo, Senin (20/1/2020), mbah penjual rambut nenek ini sudah berjualan sejak 1970-an.

Terdesak, Influencer China Akui Makanan Kelelawar Bukan dari Wuhan

Kini, bisnis rambut nenek tak hanya dilirik oleh orang tua seperti Mbah Hadi. Sosok milenial bernama Ryan Angkawijaya juga berjualan jajanan rambut nenek yang disulap menjadi penganan kekinian.

Dilansir Detik.com, pria yang akrab disapa dengan sebutan Ryan ini mulai berjualan rambut nenek sejak 11 Januari 2017 dengan nama produk Snazzy Boom. Mulai hanya terjual 5-10 porsi per hari, Ryan pada 2018 berhasil meraup omzet Rp250 juta-an per bulan.

Baru Sebulan Beroperasi, Bukit Sidoguro Klaten Sudah Raup Rp200 Juta

"Segala strategi dan hasil riset yang saya lakukan mengalami kegagalan. Setiap harinya Snazzy Boom hanya mampu menjual 5-10 pcs saja, bahkan lebih sering tidak laku sama sekali," ujar Ryan.

Atas keberhasilannya mengembangkan bisnis jajajan ini, Ryan diganjar berbagai penghargaan. Di antaranya, juara 1 Wirausaha Muda Beprestasi tingkat nasional kategori Industri Pangan dan Kuliner dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesi, The Most Valuable Challenger, dan pemenang hibah modal dari kompetisi Wismilak Diplomat Success Challenge 2018.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho