Retno Ayu Wulandari saat masih hidup (Facebook)

Solopos.com, SOLO -- Kematian tragis Retno Ayu Wulandari, 14, setelah dianiaya oleh sekelompok pemuda di Gatak, Sukoharjo, menjadi perbincangan publik dunia maya. Hampir semua komunitas media sosial Internet di Soloraya membahas aksi sadis yang mengundang banyak kecaman ini. 

Kondisi Retno saat ditemukan sangat mengenaskan dengan bagian kulit kepala sebelah kanan hingga telinga terkelupas. Foto-foto kondisi mengenaskan Retno beredar dan diunggah ulang sejumlah akun di komunitas-komunitas media sosial. 

Selain foto, netizen juga mulai mencari akun media sosial korban lantaran beberapa saat setelah kasus ini heboh, akun media sosial diduga pelaku sudah tersebar dengan cepat. 

Penelusuran Solopos.com, Jumat malam WIB, satu akun Facebook dengan nama Ayux Syng diduga merupakan akun Retno Ayu Wulandari. Foto-foto yang diunggah akun Ayux Syng identik dengan foto Retno Ayu yang diterima Solopos.com.

Tak banyak informasi yang bisa digali dari akun ini lantaran akun hanya membagikan informasi pribadi ke teman Facebooknya saja. 

Akun ini memakai foto profil yang memperlihatkan dirinya berpose dengan seseorang di dekatnya. Dalam caption foto tertulis "Sakser to," dengan emoticon tidur. Foto profil ini diunggah pada 12 Oktober 2018 pukul 16.03 WIB.

Di bagian intro, akun ini menulis tentang sejumlah informasi seperti kontak Whatsapp yang bisa didapat jika ditanyakan melalui pesan. Ada pula tulisan "Cewek Berasap Rokok" dan tulisan "Dewi Lambung" dengan emoticon minuman keras. Di akhir kalimat tertulis sebuah kata-kata kasar yang menyiratkan pesan bahwa tak perlu kebanyakan mengomentari.

Sebelumnya, pada 9 Oktober 2018, akun ini mengunggah foto profil dirinya dengan seorang pria dengan pose yang cukup mesra. Di caption tertulis keterangan "calon."

Akun Ayux Syng terbilang tak begitu kerap mengunggah foto. Sejumlah foto yang diunggah memperlihatkan kemesraannya dengan seorang pria dan beberapa lain memperlihatkan dirinya dengan sebuah motor hasil modifikasi. 

Tewas Tragis

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat, menyebutkan korban berpamitan dengan kakak kandungnya, Arved Crystian pada Kamis (18/10/2018) sekitar pukul 20.00 WIB. Retno hendak pergi bersama temannya yang telah menjemput di sekitar rusunawa. Kala itu, keluarga korban tidak mengetahui tujuan korban pergi bersama temannya.

Retno diketahui dijemput beberapa teman laki-lakinya di rusunawa. Mereka sempat pesta minuman keras (miras) tak jauh dari lokasi kejadian. Namun, Retno menolak tawaran untuk minum miras.

“Korban ditemukan di sekitar penggilingan padi dengan luka di bagian kepala. Korban masih di bawah umur,” kata Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifield Contantien Baba, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, kepada Solopos.com, Jumat.

Korban menderita luka sobek di bagian kepala dan luka lecet di sekujur tubuhnya. Sebagian tubuh korban penuh lumpur. Kemungkinan besar korban dianiaya di areal persawahan yang letaknya tak jauh dari lokasi penemuan mayat. Petugas lantas membawa mayat korban ke RSUD dr. Moewardi, Kota Solo untuk diautopsi. 

Sebelumnya,  ayah Retno, Edi Santoso mendapat kabar anaknya meninggal karena kecelakaan tunggal. Saat mendapatkan kabar itu, jenazah anaknya telah berada di Rumah Sakit Dr. Oen. Akan tetapi, dia tak percaya ucapan dari tersangka yang telah membawa korban ke rumah sakit tersebut.

Akhirnya Edi membawa jenazah anaknya untuk diautopsi di rumah sakit Dr. Moewardi. “Hasilnya ada beberapa luka bekas pukulan. Bagian belakang kepala terdapat luka sepanjang 10 sentimeter, kemudian kedalaman luka 100 sentimeter. Bagian atas ubun-ubun terdapat luka sepanjang 150 sentimeter,” kata dia.

Menurut penjelasan sang ayah, anaknya memang sering main. Tapi dia tak mengetahui secara pasti ke mana anaknya bermain bersama teman-temannya. Hal itu karena dia sibuk bekerja saat malam hari dan tidur ketika pagi hari. Dia juga tak sempat untuk berbicara dengan anaknya sebelum kejadian tersebut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten