Ramai, Begini Cara TSTJ Solo Pastikan Pengunjung Anak-Anak Berusia Lebih dari 5 Tahun

Pengunjung bergiliran datang dari pagi hingga sore sehingga tidak memunculkan kerumunan.

SOLOPOS.COM - Petugas antre masuk dengan menerapkan jarak aman saat mengikuti simulasi kenormalan baru di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Solo, Kamis (18/6/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Taman Satwa Taru Jurug atau TSTJ Solo mulai ramai didatangi pengunjung anak-anak setelah Pemerintah Kota (Pemkot) setempat melonggarkan aturan anak-anak di atas usia 5 tahun untuk bepergian ke tempat wisata per Selasa (13/10/2020).

Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (Perusda) TSTJ Solo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santosa, mengatakan setelah SE diterbitkan pada pekan lalu, pihaknya langsung mengizinkan anak-anak di atas usia 5 tahun untuk berkunjung di siang harinya.

“SE kami terima pada pagi hari, siangnya langsung datang pengunjung anak-anak. Protokol kesehatan kami jalankan, animo pengunjung mulai kelihatan,” kata dia, kepada wartawan, Selasa (20/10/2020).

Monumen Juang 45 Klaten Jadi Tempat Deklarasi Menolak Demo Anarkistis

Bimo mengatakan pada Sabtu (17/10/2020) jumlah pengunjung TSTJ Solo yang sebelumnya di angka 50an langsung meningkat lima kali lipat menjadi 260.

Kemudian pada Minggu (18/10/2020), jumlah pengunjung TSTJ Solo menyentuh 526 orang. Pengunjung sejumlah itu bergiliran datang dari pagi hingga sore sehingga tidak memunculkan kerumunan.

“Kami tidak membatasi per jam seperti dulu, tapi mempersilakan semua pengunjung masuk, baru kemudian diatur di dalam agar tidak bergerombol,” jelasnya.

DPRD Surati PT KAI terkait Nasib Penyewa Kios Deretan Stasiun Klaten

Kapasitas maksimal yang ditetapkan TSTJ adalah 2.000 orang sehingga pengunjung di bawah angka itu masih sesuai dengan protokol kesehatan.

“Pada hari biasa seperti Senin ini, jumlah pengunjung [TSTJ] sampai pukul 10.00 sudah 100 orang. Artinya memang terjadi peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan,” beber Bimo.

Mengukur Tinggi Badan

Ia menyebut salah satu cara menyaring anak-anak usia 5 tahun ke atas adalah dengan mengukur tinggi badan. Jamaknya anak di atas lima tahun memiliki tinggi di atas 80 sentimeter.

Di sela kunjungannya di TSTJ, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengaku meski di tengah Pandemi Covid-19 pihaknya sudah diminta meningkatkan jumlah kunjungan wisata.

18 Ormas di Grobogan Sepakat Tolak Anarkisme

Dia menambahkan sejumlah objek wisata mendapat anggaran penataan, salah satunya TSTJ Solo.

“Pengaspalan jalan-jalan, lansekap sampai gapura pintu masuk. Nanti kami minta untuk mengubah, biar lebih ikonik menyesuaikan Gapura Paku Buwono (PB) X. Kami minta segera disusun (rencananya) dan lelang,” kata dia.

Berita Terbaru

Di Sragen, Aparat Tak Bosan Adang Warga Tanpa Masker

Solopos.com, SRAGEN — Aparat di Sragen tak bosan-bosan mengadang warga tanpa masker meskipun awan putih menggelayut di wilayah Gemolong....

Berat Lur! Sanksi Bersihkan Sungai Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Solo Ditambah Dari 15 Menit Jadi Sehari

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyiapkan aturan baru yang memperberat sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan....

Libur Akhir Tahun, Pemkab Boyolali: Jangan Lupa Protokol Kesehatan!

Solopos.com, BOYOLALI -- Kasus baru Covid-19 di Boyolali masih terus bermunculan hingga awal pekan ini. Masyarakat pun diimbau untuk...

Angkat Kesenian di Tengah Pandemi Covid-19, Karang Taruna Doho Wonogiri Gelar Lomba

Solopos.com, WONOGIRI — Karang Taruna Desa Doho, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, menggelar lomba kesenian. Kegiatan ini bertujuan agar wagra...

Gubernur Jateng Klaim Sudah Lama Ingin Donohudan Isolasi Covid-19

Solopos.com, SEMARANG —  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyetujui usul Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo untuk menjadikan Asrama...

Sukarelawan BPBD Wonogiri Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Saat Evakuasi Bencana

Solopos.com, WONOGIRI -- Sukarelawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Wonogiri selalu menerapkan protokol kesehatan saat melakukan evakuasi bencana...

Pantau Kunjungan Tamu di Tengah Covid-19, Barak Pengungsian di Balerante dan Tegalmulyo Klaten Dipasangi CCTV

Solopos.com, KLATEN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klaten memasang sejumlah kamera closed circuit television (CCTV) di barak pengungsian...

Cegah Penularan Corona, Tahlilan di Tenggak Sragen Cukup Diikuti Keluarga

Solopos.com, SRAGEN -- Sejumlah spanduk bertuliskan "Sidoharjo Bermasker" terpasang di sejumlah tempat umum di Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen....

PSBB Jateng Tak Disetujui Mayoritas Pendengar Solopos FM, Ini Alasannya

Solopos.com, SOLO--Provinsi Jawa Tengah mencatatatkan penambahan kasus harian Covid-19 tertinggi di Indonesia pada Minggu (29/11/2020). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan,...

Polres Karanganyar Minta Siskamling Kembali Digalakkan Untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Solopos.com, KARANGANYAR -- Polres Karanganyar mengimbau masyarakat kembali menggalakkan siskamling di masa pandemi Covid-19. Melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling)...