Ilustrasi operasi pasar berbagai komoditas. (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif)

Ramadan 2017 ditngarai Disperindag Jateng bakal diwarnai permainkan harga oleh para pedagang.

Solopos.com, SEMARANG — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mewaspadai permainkan harga komoditas kebutuhan pokok masyarakat oleh pedagang menjelang Ramadan 2017. Disperindag Jateng berjanji bakal menangkal ulah pedagang yang merugikan konsumen itu.

"Kami imbau dulu, mereka boleh ambil untung tetapi tidak boleh terlalu besar karena akan merugikan konsumen," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jawa Tengah Muhammad Santoso di Semarang, Selasa (18/4/2017).

Dia mengatakan Disperindag bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jateng akan terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasaran. Selanjutnya, jika ada kenaikan harga sembako yang terlalu tinggi padahal pasokan lancar, pihaknya akan menggelontorkan bahan pokok tersebut di pasaran dengan harga acuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Dengan demikian, pedagang tidak bisa mempermainkan harga seenaknya. Saat ini beberapa komoditas pokok sudah ditetapkan harga acuannya, di antaranya minyak goreng, daging beku impor, dan gula pasir," katanya.

Untuk diketahui, pada awal bulan ini Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mulai menetapkan kebijakan satu harga untuk tiga komoditas tersebut. Upaya tersebut dilakukan agar harga stabil dan tak lagi ada kejadian harga turun naik. Kesepakatan ini telah dicapai antara Kemendag dengan sejumlah produsen, distributor serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) pada 4 April 2017.

Harga acuan tiga komoditas pokok, yakni gula pasir Rp12.500/kg, daging beku atau daging impor dari India Rp80.000/kg, dan minyak goreng kemasan Rp11.000/kg. Sementara itu, untuk komoditas lain, pihaknya juga sudah melakukan kesepakatan dengan pelaku usaha mulai dari hulu, yaitu distributor. "Kami sudah mempertemukan distributor besar, di antaranya tepung terigu dan telur ayam. Kami meminta mereka untuk menjaga harga agar terus stabil," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten