Ramadan 2015 : Satpol PP Klaten Terus Awasi Panti Pijat di Klaten
Ilustrasi pijat dan spa (felspointhotel.com)

Ramadan 2015 di Klaten terus dijaga agar tetap kondusif. Satpol PP terus mengawasi panti pijat di Klaten.

Solopos.com, KLATEN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengawasi ekstra ketat pelayanan jam buka sejumlah panti pijat di Klaten. Selain mengimbau agar pemilik panti pijat menghormati umat Islam yang sedang berpuasa, Satpol PP juga mengendus adanya panti pijat plus yang beroperasi di Kota Bersinar.

PLt Kepala Satpol PP Klaten, Rabiman, mengatakan imbauan kepada pemilik panti pijat sudah disampaikan secara lisan dan tertulis sejak Ramadan berlangsung. Dalam kesempatan itu, Satpol PP mengimbau pemilik panti pijat mengurangi jam pelayanan.

"Imbauannya, saat siang hari lebih baik jangan membuka pelayanan. Saat malam hari, lebih baik dilakukan setelah tarawih hingga pukul 22.00 WIB. Untuk sementara, sifatnya hanya mengimbau. Terkadang, ada juga warga yang benar-benar ingin ke panti pijat karena pegal-pegal. Imbauan ini tetap kami lakukan mengingat konotasi panti pijat cenderung negatif," kata Rabiman, kepada Solopos.com, Jumat (26/6/2015).

Disinggung tentang ada tidaknya panti pijat plus di Klaten, Rabiman mengaku sempat menerima laporan dari warga. Hingga saat ini, pihaknya masih menyelidiki sejumlah panti pijat yang diduga menawarkan bisnis prostitusi tersebut.

"Memang ada rumor terkait panti pijat plus di Klaten. Saya tak perlu menyebutkan lokasinya. Yang jelas, baru dalam tahap penyelidikan. Hingga sekarang belum ada yang terbukti panti pijat plus itu," katanya.

Pada kesempatan itu, Rabiman juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar menghindari aksi sweeping. Saat melihat aksi kejahatan atau dugaan panti pijat plus, lebih baik dilaporkan ke aparat
keamanan.

"Apa yang kami lakukan ini juga untuk meredam adanya aksi sweeping. Prinsipnya, saat ada laporan masyarakat, pasti kami menindaklanjuti," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten, Joko Wiyono, mengatakan pihaknya sudah memberitahu ke pemilik warung, panti pijat, dan sejumlah kafe agar menghormati Ramadan.

"Sosialisasi sudah kami lakukan [sehari sebelum puasa hari pertama saat Ramadan]. Ini kan bulan suci bagi umat Islam. Lebih baik dihormati," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom