RAMADAN 2015 : Busana Batik Mulai Diburu untuk Hadiah Lebaran
Karyawan menata pakaian yang dijual di Kios Amelia Batik di Pusat Grosir Solo (PGS), Kamis (25/6/2015). Penjualan pakaian meningkat memasuki Ramadan. (JIBI/Solopos/Shoqib Angriawan)

Ramadan 2015 memasuki pekan kedua ini busana batik mulai diburu masyarakat.

Solopos.com, SOLO—Memasuki pekan kedua Ramadan, busana dan kain batik mulai diburu masyarakat sebagai hadiah karyawan saat Lebaran. Hal itu membawa berkah bagi pedagang di Pusat Grosir Solo (PGS) yang menyediakan aneka sandang.

Pemilik Kios Amelia Batik, Naning, mengatakan kenaikan pembeli mulai dirasakan sejak awal Ramadan. Pembeli didominasi oleh kalangan perusahaan yang memesan dalam jumlah banyak.

“Mereka membeli untuk karyawan dalam jumlah banyak sebagai bonus tunjangan hari raya (THR). Kemarin banyak pengusaha dari Klaten, Solo, Batu, hingga Blitar yang sudah membeli ke sini. Mereka membeli tiga hingga lima kodi kemeja,” paparnya kepada solopos.com di lokasi, Kamis (25/6/2015).

Naning mengatakan kemeja dan kain batik dari bahan katun menjadi produk terlaris yang diburu pembeli. Produk tersebut dijual dari Rp35.000 hingga Rp40.000 per potong. Selama Ramadan dia menambah stok produk untuk mengantisipasi lonjakan pembeli.

Sedangkan, untuk pembeli langsung saat ini belum begitu banyak permintaan. Dia memprediksi lonjakan permintaan dari pembeli langsung terjadi sepekan menjelang Lebaran.
Kenaikan penjualan juga terjadi di Kios Sekar Jaya Batik.

Salah satu karyawan, Cici, mengatakan selain kemeja, pembeli dari kalangan pengusaha juga mengincar kain batik.
“Kain batik dipilih karena lebih simple, tinggal diberikan ke karyawan. Kalau kemeja agak susah memilih yang sesuai ukuran, apalagi kalau untuk cewek,” katanya.

Menurutnya, kain yang paling diminati adalah batik printing maupun katun sutera. Kain batik dijual dengan harga bervariasi, mulai Rp50.000-Rp80.000/ potong.
Dia memperkirakan kenaikan penjualan akan mencapai pucnaknya sekitar sepuluh hari menjelang Lebaran. Kiosnya pun telah mengantisipasi dengan menambah dua kali lipat stok kain dari biasanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom