RAMADAN 2013: Masjid Al Wustho Pertimbangkan Tarawih 23 Rakaat
Masjid Al Wustho Solo (Dwi Prasetya/JIBI/Solopos)
Mesjid Al Wustho, Mangkunegara Solo (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Mesjid Al Wustho, Mangkunegara Solo (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Takmir Masjid Al Wustho Mangkunegaraan Solo tengah mempertimbangkan mengadakan dua sesi tarawih. Langkah ini mereka lakukan setelah mendapatkan usulan dari sebagian jemaah masjid untuk melaksanankan salat tarawih 23 rakaat sebagaimana awalnya dilaksanakan di masjid bersejarah Kota Solo itu.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Takmir Masjid Al Wustho, Purwanto, saat ditemui Solopos.com di kediamannya, Minggu (14/7/2013) sore. “Memang ada wacana untuk membagi dua tarawih, yakni 11 rakaat dan 23 rakaat,” jelas Purwanto.

Berdasarkan keterangan dari Purwanto, dahulu, masjid yang beralamat di Jl. Kartini, Banjarsari, Solo ini emang melaksanakan tarawih 23 rakaat. Namun, seiring perubahan dominasi jamaah, jumlah rakaat tarawih pun berubah menjadi 11 rakaat.

Hingga Ramadan 2013 ini, takmir masjid mengaku belum bisa mewujudkan usulan melaksanakan tarawih 23 rakaat tersebut. “Hal ini memang memerlukan banyak pertimbangan, masukan dari beberapa pihak, dan penyadaran. Namun, wacana untuk itu memang ada,” akunya.

Perdebatan mengenai jumlah rakaat salat tarawih memang bukanlah hal yang baru dalam kajian hukum Islam. Perbedaan ini muncul karena di dalam hadis-hadis shahih tidak ada kejelasan berapa rakaat Rasulullah SAW melakukan salat tarawih. Karena itulah, bahkan muncul pendapat bahwa salat tarawih sejatinya boleh dilakukan hanya dilakukan dua rakaat selain hingga berpuluh-puluh rakaat.

Para ulama, selama ini, hanya berbeda pendapat dalam menentukan jumlah rakaat yang paling utama. Pada akhirnya, semua kembali pada niat dan hati kita.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho