Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat. (Facebook-Suara.com)

Solopos.com, PURWOREJO – Munculnya Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, menghebohkan masyarakat setempat. Kerajaan yang dipimpin Raja Totok Santosa Hadiningrat itu mengklaim sebagai Majapahit baru.

Kerajaan Agung Sejagat ini mengklaim punya keraton yang sedang dibangun di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo.

Totok Santosa Hadiningrat memimpin Kerajaan Agung Sejagat bersama istrinya, Dyah Gitaraja.

Totok mengaku mendirikan kerajaan itu sebagai janji membangun kembali Kerajaan Majapahit yang runtuh 500 tahun lalu.

Kisah Kelam PSK: Melayani Saat Mens

“Kami muncul menunaikan janji 500 tahun runtuhnya Kerajaan Majapahit pada 1518,” kata Totok yang mengklaim diri sebagai Rangkai Mataram Agung dalam jumpa pers, Minggu (12/1/2020), seperti dilansir Suara.com, Selasa (14/1/2020).

Tak Berjilbab, Siswi SMAN 1 Gemolong Sragen Diintimidasi Pengurus Rohis

Saat ini, Totok menyebut kerajaannya punya sekitar 425 pengikut. Mereka kerap melakukan kirab berkeliling kampung.

Siswi SMP di Solo Dikeluarkan dari Sekolah Gara-gara Chatting dengan Lawan Jenis

Sebagai Raja Kerajaan Agung Sejagat, Totok menyebut kekuasannya mencakup semua wilayah di dunia. Sehingga dia merasa berhak mengubah sistem politik global.

Driver Ojol Tolak Ajakan Mantap-Mantap Pelanggan, Alasannya Bikin Terenyuh

“Kami ada untuk mempersiapkan kedatangan Sri Maharatu Jawa kembali ke tanah Jawa,” sambung dia.

Beli Rumah? Ajukan KPR Online di Sini, Gampang Banget!

Sayangnya, warga stempat mengaku terganggu dengan kemunculan Totok dan pengikutnya. Meski demikian, diberitakan Solopos.com sebelumnya, belum ada laporan masyarakat terkait Kerajaan Agung Sejagat tersebut.

Pria yang Tiduri Istri Orang di Dekat Suaminya Diperiksa Polisi

Bisnis Prostitusi Ibu & Anak di Padang Terungkap, Bocah pun Tega Dijual

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menegaskan keberadaan Kerajaan Agung Sejagat tidak disikapi serius.

Mulai Juli 2020, Beli Elpiji 3 Kg Pakai Aplikasi Scan Barcode

Dia meminta masyarakat melapor ke polisi jika ada yang membahayakan terkait kemunculan kerajaan tersebut.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten