Tutup Iklan
Railbus Batara Kresna saat diuji coba beberapa waktu lalu. Operasional satu-satunya railbus di Indonesia ini terus terkatung-katung karena ketidakjelasan alokasi anggaran operasional. (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, SOLO — Nasib Railbus Batara Kresna semakin suram menyusul minimnya komitmen pengoperasian moda transportasi itu oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Di sisi lain, Pemkot mulai kehabisan akal untuk meyakinkan pengoperasian moda senilai Rp16,8 miliar tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Yosca Herman Soedrajad, mengaku sudah mengerahkan berbagai cara untuk membawa Railbus kembali beroperasi di Kota Bengawan.

Keberadaan subsidi berupa public service obligation (PSO) untuk mendukung operasional Railbus pun telah dipastikannya dari Kementerian Perhubungan. Namun, upayanya selalu terbentur kebijakan PT KAI yang mengisyaratkan enggan mengoperasikan Railbus. “Terus terang, Pemkot sekarang tidak memunyai langkah. Pengelolaan Railbus semua di tangan pusat, PT KAI,” ujarnya kepada wartawan di Balai Kota, akhir pekan lalu.

Yosca menyebut pada awalnya PT KAI tertarik menjalankan kereta yang enam bulan terakhir mangkrak itu. Namun seiring perubahan kepemimpinan dan manajemen PT KAI, sambungnya, nasib Railbus semakin terkatung-katung.

Kebijakan PT KAI yang profit oriented dinilai menjadi akar permasalahan. Pengoperasian Railbus dianggap tidak menguntungkan secara ekonomi. “Kami sudah enggak kurang-kurang mendesak, ndlosor pun kami lakukan demi Railbus. Tapi gimana lagi wong sing didorong enggak kerasa,” keluhnya.

Menurut Yosca, Railbus setidaknya memiliki tiga potensi yang sayang jika disia-siakan. Selain dapat menjadi pionir angkutan massal berbasis kereta api, Railbus mampu muncul sebagai moda pariwisata dan mendorong ekonomi rakyat.

Sejumlah infrastruktur pun telah disiapkannya untuk melanggengkan jalan Railbus. Saat ini, perlintasan kereta yang menyusuri Solo-Sukoharjo-Wonogiri telah rampung diperbaiki. “Jembatan di Wonogiri juga sudah beres. Dari kami tidak ada masalah.”

Senada, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo, Widdi Srihanto, menyayangkan Railbus yang tak kunjung beroperasi. Menurutnya, keberadaan moda yang diresmikan Juli 2011 ini sangat penting untuk daya tarik kota. “Railbus sudah digadang-gadang menjadi ikon baru Solo. Kami sangat berharap Railbus segera jalan dan menarik wisatawan ke kota ini,” ucapnya.

Sementara itu, Pejabat Humas PT KAI Daops VI Jogja, mengaku belum tahu jadwal pasti pengoperasian Railbus. Pihaknya hanya mengatakan posisi Railbus saat ini ada di Stasiun Solo Balapan. “Sekarang ada di Depo Balapan. Untuk yang lain belum ada informasi,” pungkasnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten