Rafael Nadal Kecewa dan Sebut Masih Perlu Berlatih Lagi, Ada Apa?

Nadal yang telah berusia 26 tahun tersebut saat ini berada di peringkat ketiga dunia untuk sektor tunggal putra.

 Rafael Nadal (Twitter/ATPTour)

SOLOPOS.COM - Rafael Nadal (Twitter/ATPTour)

Solopos.com, OHIO – Borna Coric merusak kembalinya Rafael Nadal setelah lima tahun absen dari ATP/WTA Cincinnati Masters di Ohio, Amerika Serikat (AS), Kamis (18/8/2022) WIB. Petenis No 3 dunia, Rafael Nadal, langsung tersingkir setelah kalah dengan skor 6-7, 6-4, dan 3-6, di babak kedua.

Petenis Spanyol berusia 36 tahun, yang memenangi gelar Cincinnati pada 2013, itu memainkan pertandingan pertamanya lebih dari sebulan setelah mengundurkan diri karena cedera perut dari semifinal Wimbledon melawan Nick Kyrgios. Kekalahan di babak awal kali ini tentu membuat Nadal kecewa.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Ketika Anda kembali dari cedera, jika Anda memenangi pertandingan pertama, segalanya menjadi lebih baik,” kata Nadal dikutip dari Antara, Jumat. “Itu tidak terjadi hari ini.”

“Turnamen ini sulit bagi saya. Dia bermain lebih baik. Sulit untuk mengambil banyak hal positif dari pertandingan ini. Saya perlu berlatih. Saya harus kembali lebih baik. Itulah kenyataannya,” kata Nadal.

Penampilan pemegang 22 gelar Grand Slam itu tertunda selama satu seperempat jam karena hujan pada set pembuka.

Baca Juga: Rafael Nadal Tak Masuk Tim Piala Davis Spanyol, Bruguera Jadi Kapten

Setelah kembali bertanding, pasangan tersebut berjuang untuk tie-break set pertama yang berlangsung selama lebih dari seperempat jam. Nadal gagal pada dua set poinnya sendiri dan harus menyelamatkan dua set poin untuk Coric.

Namun, pada kesempatan ketiga petenis Kroasia itu, Nadal menyerahkan set setelah satu jam seperempat di lapangan dengan kesalahan ganda yang harus dibayar mahal.

“Saya memiliki peluang pada tiebreak dan saya bermain buruk pada dua set point yang mudah,” kata Nadal.

Baca Juga: Daftar 23 Pemain Persis Solo yang Diusung untuk Hadapi Bhayangkara FC

Nadal kemudian membutuhkan waktu 75 menit lagi untuk menyamakan kedudukan berkat break pada gim ketujuh set kedua.

Namun, petenis Spanyol itu tertinggal 2-4, membuka pintu bagi Coric, yang menyelesaikan kemenangan hanya dalam waktu kurang dari tiga jam.

Baca Juga: Persis Dibayangi Kalah 5 Kali, Jacksen Waspadai Ini dari Bhayangkara FC

“Itu sangat sangat istimewa,” kata Coric, yang menjalani operasi bahu tahun lalu.

“Saya absen dalam dua tahun terakhir karena cedera. Saya tidak bermain di panggung besar. Saya tak sabar untuk memainkan pertandingan ini. Itu semua agak gila menurut saya.”

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Veda Juara Race 2 ATC, Indonesia Raya Berkumandang di Sirkuit Buriram

      Pembalap nasional Veda Ega Pratama menyaksikan lagu Indonesia Raya membahana di Sirkuit Internasional Chang Buriram, Thailand, Minggu setelah menjuarai Race 2 Asia Talent Cup (ATC) seri keempat.

      Dampak Buruk Tragedi Kanjuruhan bagi Sepak Bola Indonesia

      Selain Liga 1 dihentikan dan Arema dilarang menggelar laga kandang, Indonesia terancam mendapatkan sanksi dari FIFA.

      Bertambah! Total Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Malang Jadi 130 Orang

      Korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan bertambah menjadi 130 orang hingga sore ini.

      Tragedi Kanjuruhan, PSSI Berharap FIFA Tak Jatuhkan Sanksi kepada Indonesia

      PSSI menjalin komunikasi secara intens dengan FIFA terkait tragedi Kanjuruhan agar Indonesia tidak disanksi FIFA.

      Lima Warga Blitar Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Malang, Ini Identitasnya

      Lima warga Kabupaten Blitar menjadi korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan Malang.

      Dilarang FIFA di Stadion, Seperti Ini Efek Gas Air Mata pada Manusia

      FIFA melarang penggunaan gas air mata di stadion karena itu berakibat fatal bagi tubuh manusia, di antaranya menyebabkan gagal napas.

      Tragedi Kanjuruhan, Panitia Nekat Gelar Laga Malam Padahal Sudah Diingatkan

      Sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan, misalnya pertandingan agar dilaksanakan sore, jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion, yakni 38.000 orang.

      FIFA Larang Gas Air Mata di Stadion, tapi Masih Dipakai Polisi di Kanjuruhan

      Dalam regulasi FIFA, gas air mata dilarang digunakan dalam sebuah pertandingan sepak bola tapi masih digunakan di Stadion Kanjuruhan.

      Ujung Tanduk Nasib Piala Dunia U-20 setelah Tragedi Kanjuruhan

      Nasib sepak bola Indonesia berada di ujung tanduk. Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 153 orang berpotensi mengganjal Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023. Indonesia pun terancam mendapat sanksi berat lainnya dari FIFA.

      Berduka atas Tragedi Kanjuruhan, Presiden Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

       Presiden Joko Widodo mengungkapkan dukacita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang dalam tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

      Tragedi Kanjuruhan Ternyata Terbesar Kedua dalam Kerusuhan Sepak Bola di Dunia

      Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) yang mengakibatkan setidaknya 127 orang meninggal dunia menjadi tragedi yang menelan korban jiwa terbesar kedua dalam sejarah kerusuhan di stadion sepak bola.

      Sesalkan Aremania, PSSI Bentuk Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan

      PSSI langsung membentuk tim investigasi setelah terjadi tragedi Kanjuruhan seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang mengakibatkan sedikitnya 127 orang meninggal dunia.

      Buntut Tragedi Kanjuruhan, IPW Desak Kapolri Copot Kapolres Malang

      Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendesak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat setelah tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

      Minta Maaf atas Tragedi Kanjuruhan, Manajemen Arema FC Bentuk Crisis Center

      Manajemen Arema FC minta maaf  dan akan membentuk crisis center atau posko informasi korban setelah terjadi tragedi sesuai laga Arema vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

      Tragedi Kanjuruhan 127 Orang Meninggal, Klub-Klub Liga 1 Sampaikan Duka Cita

      Klub-klub Liga 1 menyampaikan ucapan duka cita atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.