Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal Sembiring Depari menyampaikan sambutan pada Konferensi Kerja PWI Provinsi Jawa Tengah di Balai Ekonomi Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng, Sabtu (23/3/2019). (Antara-Achmad Zaenal M.)

Semarangpos.com, MUNGKID — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Atal Sembiring Depari, Sabtu (23/3/2019), mengajak wartawan menjaga sikap profesional dan independensinya dalam melakukan pemberitaan padaPemilu 2019.

Diingatkannya, wartawan merupakan penyampai informasi yang harus bisa dipercaya masyarakat. "Wartawan dalam menulis berita harus dipahami bukan untuk kepentingan tertentu, melainkan untuk kepentingan publik," ujar Atal ditemui di sela-sela menghadiri Konferensi Kerja PWI Provinsi Jateng yang digelar dalam rangka Hari Pers Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-73 PWI di Balai Ekonomi Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Hingga kini, lanjut dia, wartawan masih sangat dipercaya masyarakat sebagai penyampai informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. "Profesi wartawan juga belum tergantikan meskipun saat ini sudah memasuki era kecanggihan teknologi," ujarnya.

Untuk itu, dia meminta, wartawan untuk tetap menjaga Kode Etik Jurnalistik, termasuk dalam setiap menulis berita harus berimbang. Apalagi, lanjut dia, Pemilu 2019 cenderung rumit karena banyaknya kontestan dan dimungkinkan hanya mengetahui soal kontestan dalam Pilpres saja.

"Oleh karenanya, wartawan harus menjadi pihak yang bisa mencerahkan masyarakat agar mengetahui informasi secara luas dan detail," ujarnya.

Ia menyadari bahwa pesta demokrasi saat ini agak kompetitif, sehingga wartawan harus bisa menahan diri dari hoaks atau berita bohong. "Jangan sampai terjebak dan jangan sampai menggunakan rumah publik untuk provokasi," ujarnya.

Menurut dia masyarakat harus percaya terhadap pers karena dalam pembuatan produk pemberitaan mengacu Undang-Undang Pers dan kode etik jurnalistik. Ia tidak menutup mata bahwa sekarang banyak kontestan Pemilu yang memanfaatkan atau tanpa sadar dimanfaatkan.

PWI, tegas dia, tidak diam karena berupaya mengimbau wartawan, terutama yang berada di lingkungan PWI lewat catatan akhir tahun. "Kalaupun ada pengurus PWI yang menjadi kontestan pemilu, harusnya cuti untuk menjaga independensi PWI," ujarnya.

Meskipun masing-masing wartawan juga memiliki hak pilih dan memungkinkan memiliki kecenderungan politik, dia mengingatkan agar wartawan dalam pembuatan berita tidak dibawa-bawa ke ranah politik.

Pada kesempatan tersebut, Atal Sembiring Depari juga melontarkan pujian terhadap kinerja pengurus PWI Jateng karena tergolong aktif, termasuk jajaran pengurus di tingkat kabupaten/kota. Bahkan, dalam penyelenggaraan konferensi kerja selama periode pengurusan 2015-2020 juga sudah dua kali. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten