Yusuf Mansur. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA - Ustaz Yusuf Mansur menanggapi santai kritik keras yang dilayangkan Ustaz Maaher Atthuwailibi untuk film The Santri, karya Livi Zheng. Lewat channel YouTube resmi miliknya, Ustaz Yusuf Mansur akhirnya menjawab berbagai kritik tentang trailer fillm tersebut.

Alih-alih merasa kecewa, Ustaz Yusuf Mansur menegaskan, keluarganya merasa beruntung karena terus dikawal umat dan publik. “Tidak ada alasan bagi kami untuk tersinggung dengan semua kritik tersebut,” ujarnya seperti dikutip dari video bertajuk Wawancara tentang The Santri, pada Rabu (18/9/2019).

Lebih lanjut, Ustaz Yusuf Mansur berkisah tentang keterlibatan putrinya Wirda Mansur dalam film The Santri. Dia mengaku, menerima telefon dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tentang proyek itu dan menawarkan Wirda untuk terlibat di dalamnya.

“Karena yang menawarkan PBNU dan saya percaya kepada mereka, ya saya bilang ke anak saya bismillah. Jalan saja. Saya yakin, mereka sudah mempertimbangkan segala sesuatunya,” ujar ustaz yang lekat dengan ceramah seputar sedekah tersebut.

Lagipula, menurut Ustaz Yusuf, The Santri merupakan kesempatan emas bagi sang putri untuk menyambangi para petinggi pondok pesantren. Karena, film itu rencananya akan syuting di beberapa pondok pesantren di Pulau Jawa pada Oktober mendatang.

Sementara soal konten film tersebut, Ustaz Yusuf Mansur menilai, terlalu dini bagi publik untuk mengkritik The Santri. Apabila latar belakang Livi Zheng sebagai non-muslim yang menjadi pertimbangan, maka Ustaz Yusuf Mansur meminta untuk melihat karyanya.

Untuk kritik seputar asmara antarsantri dalam trailer film itu, Ustadz Yusuf menilai, kesan itu tercipta karena penyajiannya. “Padahal kan film itu berkisah tentang friendship bukan pacaranship,” ujar sang ustaz bernada kelakar.

Kritik keras Ustaz Maaher Atthuwailibi terhadap trailer The Santri dilontarkannya lewat Facebook dan Instagram, pada 16 September 2019. Setidaknya, ada beberapa hal yang digarisbawahi ustadz asal Medan, Sumatera Utara itu terkait film tersebut.

“Sebuah film mengandung adegan saling tatap antara lelaki dan perempuan bukan mahrom. Lalu mereka berduaan di dalam hutan, masuk gereja dan bawa tumpeng dan memberikannya kepada pendeta,” ujar Ustaz Maaher.

Dia juga menyentil latar belakang Livi Zheng yang keturunan Tionghoa dan non-muslim. “Parahnya lagi mengatasnamakan santri. Santri yang mana? Santri liberal? Pemainnya setengah murtad, penontonnya dungu berkarat!”


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten