Putri Gus Dur Sebut Intoleransi di Solo Ibarat Api dalam Sekam

Koordinator Jaringan Gusdurian yang juga putri Gus Dur, Alissa Wahid, mengingatkan bahaya intoleransi di Solo yang ibarat api dalam sekam.

 Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, berbincang dengan Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa, Dandim 0735/Solo Letkol Inf Devy Setyono, dan Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak seusai Temu Pemangku Kepentingan dalam Festival Toleransi Komunitas Gusdurian, di Joglo Loji Gandrung, Solo, Kamis (30/9/2021). (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)

SOLOPOS.COM - Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, berbincang dengan Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa, Dandim 0735/Solo Letkol Inf Devy Setyono, dan Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak seusai Temu Pemangku Kepentingan dalam Festival Toleransi Komunitas Gusdurian, di Joglo Loji Gandrung, Solo, Kamis (30/9/2021). (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)

Solopos.com, SOLO — Selama satu dekade terakhir, publik mencatat sejumlah peristiwa terorisme, ekstremisme dan intoleransi terjadi di Kota Solo. Di antaranya, bom bunuh diri di Gereja Kepunton pada 2011, bom bunuh diri di Mapolresta Solo pada 2016.

Lalu yang terbaru adalah perusakan makam di wilayah Pasar Kliwon yang terjadi belum lama ini. Peristiwa kekerasan tersebut dilatarbelakangi perbedaan paham aliran.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Padahal selama ini, Solo dikenal sebagai pusat budaya, kota pelajar, dan tujuan perantauan warga dari beragam latar belakang. Hal itu lah yang membuat Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, menyebut fenomena itu sebagai api dalam sekam.

Di Solo muncul kelompok berideologi Islam yang berkembang menjadi hardliner. Mereka yang semula hanya kelompok eksklusif di Solo lantas berubah menjadi gerakan menggunakan kekerasan dan intoleransi mengusung ideologi jihadis.

Baca Juga: Besok Dibuka, Belasan Ribu Tenant Siap Ramaikan Solo Great Sale 2021

Alissa mengakui jumlah kelompok intoleran itu tidak banyak. Mereka kecil tapi aksinya mengalahkan suara dari kelompok moderat yang kurang nyaring terdengar di publik.

“Beruntung, Pemkot Solo mau mengakui itu sehingga bisa diajak bersama-sama mengampanyekan keberagaman dan toleransi,” katanya seusai Temu Pemangku Kepentingan dalam Festival Toleransi Komunitas Gusdurian di Joglo Loji Gandrung, Solo, Kamis (30/9/2021).

Penguatan Konstitusi

Putri  mantan Presiden RI Abdurrahman Wajid (Gus Dur) itu menyebut pemerintah pusat telah membuat kebijakan tentang moderasi beragama yang berisi penguatan konstitusi sebagai landasan etika sosial-politik.

Selain itu juga penguatan pandangan agama yang moderat, antikekerasan dalam penyelesaian masalah, dan menghargai perbedaan, serta penghargaan terhadap tradisi lokal.

Baca Juga: Gibran Wali Kota Solo Komitmen Besarkan dan Lindungi UMKM Lokal

Kebijakan ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional periode 2020-2024, namun rencana baik ini juga dinilai penting terakselerasi di daerah.

“Ini adalah pertemuan pertama kami sehingga kami berharap akan ada pertemuan lanjutan tapi enggak sekadar mengobrol. Kami bisa langsung beraksi menciptakan gerakan untuk menekan problem intoleransi dan ekstremisme,” jelasnya.

Ia lantas menyebut tingkat toleransi secara umum di Indonesia terus menurun. Sikap satu kelompok terhadap kelompok yang berbeda itu penuh prasangka, penuh ketakutan. Fakta itu didapat dari survei oleh beberapa lembaga.

Menyebar Ke Mana-Mana

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Solo, Hidayat Masykur, pada kesempatan yang sama mengatakan secara keseluruhan intoleransi di Solo tak hanya menyasar kelompok tertentu namun sudah sampai ke berbagai lini.

Baca Juga: Gelar Aksi, Mahasiswa UNS Solo Ungkit Sederet Tragedi September Hitam

“Paham intoleran ini sudah menyebar ke mana-mana. Kami akan membendung dengan moderasi beragama. Orang yang beragama ini perlu dimoderasi, bukan agamanya,” tuturnya.

Hidayat mengatakan akan memulai moderasi itu dari lingkungan Kemenag, terutama sekolah yang berada dalam binaan Kemenag. “Kami akan cek cara pandang, sikap, bagaimana terhadap kelompok lain yang berbeda,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, memastikan aparat negara hadir untuk memastikan kerukunan antarumat beragama berjalan lancar, baik, aman, nyaman, dan setara untuk semua kelompok agama dan kepercayaan di Solo.

“Kami hadir untuk memastikan keamanan dan kerukunan umat beragama ini bisa berjalan dengan baik,” katanya didampingi Dandim 0735/Solo, Letkol Inf Devy Setyono.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

DPD Partai Golkar Solo Ungkap Alasan Ketua Fraksi di DPRD Diganti

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Solo Bidang Perempuan Suwanti menjelaskan alasan Ketua Fraksi Partai Golkar-PSI di DPRD Solo diganti.

Wong Boyolali Pasrah Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi

Masyarakat dan pedagang di Boyolali untuk tidak khawatir dengan adanya aturan pembelian minyak goreng dari pemerintah tersebut.

Siap-Siap! Petugas Vaksinasi Covid-19 Serbu Pusat Keramaian Kota Solo

Petugas puskesmas di Kota Solo keroyokan terjun ke lokasi-lokasi keramaian untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 sepanjang pekan ini.

Kenapa Ciu Bekonang Terkenal?

Tahukah Anda kenapa ciu Bekonang sangat terkenal dan memiliki cukup banyak penikmat?

Harga Sayur di Boyolali Melejit Gegara Petani Lereng Merapi Gagal Panen

Beberapa komoditas sayur di Boyolali yang harganya naik seperti cabai, wortel, dan bawang merah.

Jantung Bocor, Bayi 15 Bulan Asal Jumantono Ini Butuh Uluran Tangan

Seorang balita 15 bulan asal Jumantono, Karanganyar menderita jantung bocor dan penyakit lainnya. Bocah malang tersebut membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan.

Beli Migor Pakai PeduliLindungi, Ini Tanggapan Pedagang Pasar Legi Solo

Sejumlah toko yang menjual minyak goreng atau migor curah di Pasar Legi, Solo, belum menerapkan kebijakan beli migor wajib pakai PeduliLindungi kepada para pembeli.

Pembelian Migor Pakai PeduliLindungi, Diskumindag Sragen: Bikin Pusing

Diskumindah Sragen mengaku belum menerima instruksi apapun soal pembelian minyak goreng curah wajib pakai aplikasi PeduliLindungi. Kebijakan itu dinilai akan menyulitkan konsumen.

Mitos Pasar Setan Gunung Lawu, Ditawari Belanja Wajib Beli

Mitos yang diyakini pendaki adalah jika ditawari berbelanja di Pasar Setan atau Dieng di Gunung Lawu, maka wajib membeli jika tidak ingin celaka.

Ketika Klaten Jadi Basis Khilafatul Muslimin Tingkat Jateng

Khilafatul Muslimin merupakan organisasi yang mengusung ideologi khilafah. Salah satu basis Khilafatul Muslimin di Jateng ternyata berada di Klaten.

Penyidik Tetapkan 1 Tersangka Penjebolan Benteng Keraton Kartasura

Satu orang menjadi tersangka kasus penjebolan tembok benteng baluwarti eks Keraton Kartasura di Kartasura, Sukoharjo.

Apa Beda Pasar Setan & Pasar Dieng di Gunung Lawu?

Tahukah Anda apa perbedaan Pasar Setan dan Pasar Dieng di Gunung Lawu?

Waduh Bahaya! Rambu Lalin di Jl A Yani Manahan Solo Dicoret-Coret Lur

Beberapa rambu lalu lintas di Jl A Yani, Manahan, tempatnya utara Taman Balekambang, Solo, menjadi sasaran aksi vandalisme, dicoret-coret pakai cat semprot hitam.

Pasar Hewan Klaten Akhirnya Dibuka Lagi Besok, tapi...

Pasar hewan di Klaten akhirnya dibuka lagi mulai, Rabu (29/6/2022).

Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi? Ini Reaksi Warga Karanganyar

Sebagian warga Karanganyar mengaku tak mempermasalahkan harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk membeli minyak goreng curah.