PUTRA JOKOWI NIKAH : 4 MC Kawakan Didapuk Jadi Pembawa Acara Pernikahan Gibran-Selvi

PUTRA JOKOWI NIKAH : 4 MC Kawakan Didapuk Jadi Pembawa Acara Pernikahan Gibran-Selvi

SOLOPOS.COM - Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda dalam jumpa pers di Solo, Selasa (14/4/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Maulana Surya)

Putra Jokowi nikah pada Juni mendatang di Solo.

Solopos.com, SOLO - Hari pernikahan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dengan Putri Solo 2009, Selvi Ananda, kian dekat. Empat master of ceremonies (MC) kawakan dari Chilli Pari Catering Wedding Organizer Solo bakal didapuk menjadi pembawa acara pernikahan Gibran-Selvi.

Mereka diminta memandu acara dengan konsep Jawa adat gaya Surakarta. Keempat MC yang diminta langsung oleh Gibran untuk mengawal acara pernikahannya adalah Taufik M. Widodo, Sari Nugraha, H. Slamet Abi, dan Umiyatsih.

Mereka adalah MC berpengalaman yang telah malang melintang menjadi pembawa acara selama puluhan tahun. Bahkan, sebagan besar dari mereka berprofesi sebagai pembawa acara di Radio Republik Indonesia (RRI) Solo.

Taufik M. Widodo mengaku siap menjadi MC dalam pernikahan Gibran meski belum mendapat kepastian rundown atau jadwal acara. Menurut dia, konsep pernikahan Jawa sudah sering disaksikan atau dibawakan keempat MC.

“Kebanyakan acara pernikahan, hanya menggunakan satu atau dua MC dari kami. Tapi sekitar tiga bulan lalu Mas Gibran kasih mandat agar kami semua bisa hadir sebagai pembawa acara dalam pernikahannya. Kami bahkan sejak saat itu diminta mengosongkan job pada 10 sampai 11 Juni,” kata Taufik saat berbincang dengan solopos.com di RRI Solo, Senin (25/5/2015).

Taufik menyampaikan tidak ada persiapan khusus untuk menyambut acara pernikahan Gibran dengan Selvi. Keempat MC tersebut bahkan belum pernah diajak untuk melakukan koordinasi, baik antar MC maupun bersama dengan penyelenggara dari Chili Pari.

Menurut dia, saat ini MC hanya bisa mempersiapkan busana masing-masing, seperti beskap, blangkon, dan jarit untuk laki-laki, serta kebaya untuk perempuan.

“Kami pernah mendapat rundown acara 2 hari sampai 3 hari sebelum acara. Syukur, pengalaman selama 30 tahun membuat saya bisa percaya diri. Ibu Sari Nugraha, H. Slamet Abi, dan Ibu Umiyatsih juga sama, sudah menjadi MC 10 tahun lebih. Meski sudah biasa, mungkin kami sepekan sebelum acara pernikahan tetap akan diundang untuk koordinasi,” papar Taufik.

Taufik menjelaskan pelaksanaan pernikahan dengan konsep Jawa gaya Surakarta biasanya memang membutuhkan waktu dua hari untuk menjalankan berbagai macam prosesi. Dia mengaku siap mendapat tugas untuk memandu acara di prosesi apapun. Berdasarkan informasi yang Taufik peroleh, pernikahan Jawa dipilih langsung atas kemauan Gibran.

Berita Terkait

Berita Terkini

Resmi! KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, bersama 74 pegawai KPK lainnya dinyatakan tidak lolos TWK dan dinonaktifkan KPK.

Ganjar Perkirakan Kasus Covid-19 di Jateng Bakal Naik Seusai Lebaran

Seluruh kepala daerah tidak boleh lengah, meski pun kasus Covid-19 di Jateng tengah mengalami tren menurun.

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas

Wisatawan Luar Daerah Boleh Piknik ke Objek Wisata Klaten Saat Lebaran 2021

Pemkab Klaten tidak membatasi daerah asal pengunjung yang ingin datang ke objek wisata di wilayah Kabupaten Bersinar saat Lebaran 2021.

Pemudik Ini Tiba-Tiba Kesurupan saat Dihentikan Petugas di Pos Penyekatan

Dalam video itu terlihat seseorang yang memakai ikat batik berteriak sambil melakukan gerakan tak biasa.

Mengenal Prepekan, Tradisi Berbelanja Jelang Lebaran di Pasar Tradisional

Dalam tradisi menjelang Lebaran di wilayah Sragen ada istilah yang dikenal dengan sebutan prepekan. Tradisi prepekan itu adalah tradisi orang Jawa berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran.

Plosorejo Karanganyar Sempat Masuk Zona Merah Covid-19, Ternyata Klaster Ini Penyebabnya

Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, sempat masuk zona merah risiko Covid-19 karena ada satu klaster dengan 18 kasus positif.

Ini Kriteria Botol Air Minum Kemasan yang Aman dan Sehat

Sebagai pembeli kita harus jeli memperhatikan kualitas botol air minum kemasan.

Zona Merah dan Oranye Dilarang Gelar Salat Id Berjemaah, Ini 12 Daerah Zona Merah di Indonesia

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan setiap kegiatan ibadah seperti salat tarawih, salat id, zakat, khutbah, dan iktikaf dilarang digelar di zona merah dan zona oranye.

Seorang TKW asal Bantul Meninggal di Taiwan, Disnakertrans Upayakan Pemulangan Jenazah

Disnakertrans Bantul berupaya memulangkan jenazah TKW yang meninggal di Taiwan.

2 Anak Terpapar Covid-19, Kasus Klaster Tarawih di Sambirejo Sragen Bertambah Menjadi 23 Orang

Dua orang anak di lingkungan klaster tarawih Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.