UGS Puskesmas Weru. (Solopos/Indah Septiyaning Wardani)

Solopos.com, SUKOHARJO – Layanan kesehatan dari puskesmas menjadi andalan warga yang tinggal di wilayah perbatasan Sukohajo, Jawa Tengah. Jarak yang jauh dari pusat kota membuat mereka mengandalkan puskesmas untuk memenuhi kebutuhan kesehatan.

Puskesmas Weru menjadi salah satu yang cukup ramai dikunjungi pasien setiap hari. Bukan hanya dari Weru saja, puskesmas ini juga melayani pasien dari Bulu, Sukoharjo, Semin, Gunungkidul, Yogyakarta, Cawas di Klaten, hingga Manyaran, Wonogiri.

Puskesmas Weru memiliki dua layanan kesehatan, yakni rawat inap dan rawat jalan. Bagian rawat jalan punya beragam fasilitas kesehatan dasar. Memasuki area layanan rawat jalan terdapat pelayanan farmasi, menyusui, fisioterapi, pemeriksaan KIA atau KB dan imunisasi.

Kemudian layanan pemeriksaan Tuberkulosis (TB), sterilisasi dan laboratorium klinik, IVA atau IMS, konsultasi gizi dan lingkungan, pemeriksaan MTBS, pemeriksaan gigi atau mulut, pemeriksaan jiwa dan pemeriksaan umum.

Berbeda dari area layanan rawat jalan yang ramai pengunjung, layanan rawat inap hari itu tampak sepi. Dua ruangan rawat inap hanya terisi sekitar empat pasien, termasuk satu pasien baru. Layanan rawat inap Puskesmas Weru setara dengan rumah sakit yang dilengkapi fasilitas tindakan kegawatdaruratan atau IGD, ruang persalinan, dan ruang pasien rawat inap.

Bangunan puskesmas bertingkat dua berada tak jauh dari pusat Kecamatan Weru ini menjadi jujukan bagi ribuan warga di wilayah ujung paling selatan Kabupaten Sukoharjo dalam mendapatkan layanan kesehatan. Sebagian besar warga harus menempuh berkilo-kilometer hingga tiba di puskesmas tersebut.

Layanan Puskesmas setara RS

Pasien rawat inap di Puskesmas Weru, Sri Puji, 39, menilai layanan kesehatan di sana sangat memadai. Warga Genjeng, Desa Karakan, Kecamatan Weru ini mengatakan, layanan kesehatan di Puskesmas Weru mampu menjadi andalan jujukan warga di wilayah perbatasan.

“Di sini [Puskesmas Weru] tidak hanya dari warga Weru saja, tapi yang datang juga dari Semin, Cawas, dan Manyaran,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com kala menunggu anaknya, Ardiansyah, 13 yang dirawat karena penyakit tipes, Kamis (28/11/2019).

Sri Puji sangat puas dengan pelayanan di Puskesmas Weru. Meski hanya puskesmas, namun pelayanan yang diterima sama layaknya rumah sakit. “Pelayanannya cepat dan sudah seperti rumah sakit. Jadi saat ada tindakan kegawatdaruratan bisa ditangani di sini, baru kalau butuh perawatan lanjutan nanti dirujuk ke RSUD,” katanya.

Bagi warga perbatasan, dia mengatakan tidak memungkinkan mencari layanan kesehatan hingga ke kawasan Sukoharjo kota. Selain jarak yang jauh, akses menuju kawasan perkotaan juga membutuhkan waktu lama.

"Berat diongkos juga kalau harus ke Sukoharjo kota. Jadi di sini sudah cukup," katanya.

Hal senada disampaikan Anik Sugianti, 25, warga Karang, Desa Tawang, Kecamatan Weru, mengaku Puskesmas Weru menjadi andalan baginya mendapatkan pelayanan kesehatan dasar. "Di Puskesmas sini sudah komplit. Periksa apa saja sudah ada, hanya minim dokter spesialis saja," katanya.

Keberadaan Puskesmas Weru membantu warga di wilayah perbatasan yang jauh dari kawasan perkotaan dan layanan rumah sakit daerah. Meski demikian, dirinya berharap pemerintah kabupaten (Pemkab) Sukoharjo bisa membangun RSUD di kawasan perbatasan.

Dengan harapan warga perbatasan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal. "Selama ini di sini hanya ada satu rumah sakit Islam (RSI) di Cawas, Klaten. Dan itu swasta jadi agak jauh," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten