Ilustrasi puskesmas (JIBI-Dok)

Solopos.com, SRAGEN — Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen akan merenovasi total bangunan Puskesmas Sambirejo dengan dana senilai Rp2,3 miliar pada tahun ini.

Kepala DKK Sragen, dr. Hargiyanto, mengatakan renovasi total dari bangunan puskesmas tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Menurut Hargiyanto, bangunan Gedung Puskesmas Sambirejo memang sudah layak direnovasi karena kondisinya semakin lapuk di makan usia. “Sudah lebih dari 10 tahun usianya sehingga layak direnovasi. Di sisi lain, Kami bermaksud membangun semua puskesmas di Sragen dengan prototipe yang sama,” jelas Hargiyanto kepada ">Solopos.com, Senin (22/7/2019).

Penandatanganan kontrak terkait renovasi Puskesmas Sambirejo itu sudah digelar pada Kamis (18/7/2019) lalu. Proses lelang yang diikuti 21 peserta itu dimenangi oleh Redjo Taruna dari Gamping, Jambeyan, Sambirejo, Sragen. Dari pagu senilai Rp2,4 miliar, rekanan menawarkan harga Rp2,3 miliar. Proyek ini ditarget rampung pada akhir 2019.

“Puskesmas Sambirejo nanti akan dibangun dua lantai seperti prototipe. Beberapa puskesmas seperti Jenar, Sambungmacan 1, Ngrampal, Mondokan, Gemolong dan Sidoharjo sudah dibangun dengan prototipe yang sama,” papar Hargiyanto.

Hargiyanto mengakui masih ada sejumlah puskemas yang layak direnovasi karena semakin lapuk termakan usia. Kendati begitu, dia enggan membeberkan puskesmas mana saja yang dimaksud. Dia menegaskan DKK Sragen akan merenovasi puskesmas sesuai kebutuhan dan tidak bertentangan dengan regulasi.

“Regulasinya itu, puskesmas itu harus dibangun di lahan milik pemda. Sekarang masih ada beberapa puskesmas yang berdiri di lahan bukan milik pemda. Nanti sambil jalan. Yang belum punya tanah nanti akan kami belikan, entah itu pakai sistem relokasi atau tukar guling tanah. Selama tanahnya belum siap, puskesmas itu belum bisa direnovasi,” jelasnya. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten