Kategori: Karanganyar

Puskesmas Karanganyar Harus Prioritaskan Swab PCR Ibu yang akan Melahirkan


Solopos.com/Candra Mantovani

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar meminta 21 puskesmas di Karanganyar bisa menjangkau pengambilan sampel swab PCR untuk ibu hamil yang akan melahirkan. Sejauh ini, screening medis untuk ibu hamil yang akan bersalin masih sebatas rapid test (uji cepat).

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, Nuk Suwarni, mengatakan program screening medis antisipasi Covid-19 sudah dilakukan sejak Juli lalu. Menurutnya, ibu dengan usia kehamilan 8 bulan sebelum melakukan persalinan wajibmenjalani rapid test.

“Untuk sampai saat ini masih sebatas rapid test dulu untuk ibu hamil. Kami sudah mendapatkan drop alat rapid test untuk ibu hamil dari Pemprov. Jadi sudah dijalankan selama beberapa bulan ini. Tapi yang prematur biasanya belum terjangkau. Tapi meskipun prematur kalau bersalin di rumah sakit atau puskesmas biasanya akan tetap menjalani rapid test dulu,” beber dia kepada Solopos.com, Senin (30/11/2020).

Tidak Ada Pilkada, Bupati Karanganyar Minta Warga Libur di Rumah Saja Pada 9 Desember 2020

Menurut Nuk, saat ini 21 Puskesmas di Karanganyar sudah bisa melakukan pengambilan swab PCR. Sehingga, pihaknya meminta setiap Puskesmas bisa menjangkau pengambilan sampel swab juga untuk ibu hamil yang akan bersalin.

“Tapi kan karena saat ini kasus Covid-19 naik, prioritas masih ke kontak erat dulu. Makanya kami mendorong sebisa mungkin menjangkau swab juga ke ibu hamil. Karena swab puskesmas itu kan ditujukan untuk kontak erat, ibu hamil, dan lansia,” imbuh dia.

Prioritaskan Ibu Hamil

Untuk menggiatkan hal tersebut, Nuk akan kembali mengingatkan dengan mengirim surat edaran (SE) ke tiap puskesmas agar juga memprioritaskan ibu hamil dalam pengambilan sampel swab. Dia berharap pengambilan sampel swab bisa menjangkau 100 persen ibu hamil yang akan bersalin.

Juliyatmono: Kunci Tangani Covid-19 Cuma Disiplin

“Tidak ada target per pekan berapa yang dijangkau [swab ibu hami]. Tapi kami harap bisa 100 persen menjangkau yang akan bersalin. Mungkin kondisi saat ini belum memungkinkan, tapi setelah yang kontak erat bisa ditangani, bisa memprioritaskan yang ibu hamil juga,” terang dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Kaled Hasby Ashshidiqy