Puskesmas di Sukoharjo Mulai Buka Layanan KB dengan Syarat, Kapan?
Bidan RB Kadija Puskesmas Sukoharjo, Cuplik, Sukoharjo, Siti Sulistyowati (kiri) dan rekannya, menggendong dua bayi yang lahir di RB-nya, Rabu (17/8/2016). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pandemi Covid-19 membuat layanan keluarga berencana (KB) di puskesmas di Sukoharjo disetop. Namun, kini layanan itu kembali dibuka dengan syarat.

Layanan konsultasi ibu hamil, bersalin, dan KB bisa dilakukan di puskesmas atau fasilitas kesehatan (klinik) di Sukoharjo dengan janji temu. Pasien tidak bisa langsung datang untuk mendapatkan pelayanan.

Pembukaan layanan KB di puskesmas di Sukoharjo tersebut bakal dibuka Juni 2020. Bersamaan dengan itu kegiatan pos pelayanan terpadu atau posyandu juga kembali diaktifkan dengan menerapkan protokoler kesehatan secara ketat mulai Juni 2020.

Viral di Twitter, Fizi Minta Maaf Usai Bikin Upin dan Ipin Nangis

Sejak merebaknya pandemi Covid-19, kegiatan posyandu di setiap desa/kelurahan ditiadakan. Tak ada lagi berbagai layanan kesehatan seperti pemberian makanan tambahan setiap bulan. Hal ini bagian dari upaya pencegahan persebaran pandemi Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan kegiatan posyandu kembali diaktifkan pada Juni 2020. Kendati demikian, kader kesehatan dan masyarakat harus menerapkan protokoler kesehatan secara ketat.

"Baik kader kesehatan dan kalangan ibu-ibu wajib memakai masker dan menerapkan physical distancing. Tempat mencuci tangan harus disediakan di setiap pintu masuk lokasi kegiatan posyandu," kata dia, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (27/5/2020).

Mengenal R0 Virus Corona, Target Ambisius New Normal Indonesia

Yunia menyampaikan berbagai layanan kesehatan bagi ibu hamil dan anak dilakukan di puskesmas dengan janji temu. Misalnya, layanan ibu hamil, bersalin hingga bayi dilakukan dengan janji temu yang disepakati sebelum pelayanan.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan massa yang berpotensi dalam persebaran wabah Covid-19.

Para petugas kesehatan dan kader kesehatan bakal menyosialisasikan protokoler kesehatan untuk memutus mata rantai penularan pandemi Covid-19.

Corona Ancam Siswa, Rizal Ramli Minta Sekolah Diundur Hingga 2021

Janji Bertemu Dahulu

"Harus terlebih dahulu janji temu dengan dokter atau petugas kesehatan sebelum hari pelayanan. Ini petunjuk teknis kegiatan Posyandu yang diterbitkan Kementerian Kesehatan [Kemenkes]," ujar dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) ini meminta agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah agar kurva pandemi Covid-19 menurun pada beberapa bulan mendatang. Gugus tugas telah berupaya keras agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan baik di lingkungan kantor, sekolah maupun tempat ibadah.

Temuan Baru, Peneliti China Ungkap Bukti Asal-Usul Covid-19

Sementara itu, seorang kader kesehatan di wilayah Kecamatan Bendosari, Dewi, mengatakan pemberian makanan tambahan diantar kader kesehatan ke rumah penduduk selama pandemi Covid-19.

Para kader kesehatan bakal berkeliling ke rumah penduduk yang memiliki anak bawah lima tahun (balita). "Kegiatan imunisasi terhadap bayi tetap berjalan hanya harus terlebih dahulu janji temu dengan petugas medis," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho