Koordinator Tagana Banyumas Ady Candra memotong batang pohon yang tumbang di Jl. Raya Patikraja, Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Kamis (14/11/2019) siang. (Antara-Sumarwoto)

Solopos.com, PURWOKERTO — Arus lalu lintas yang melitasi Jl. Raya Patikraja, Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Kamis (14/11/2019) siang, teradang pohon tumbang. Alhasil, arus lalu lintas kendaraan di jalur penghubung Purwokerto-Cilacap menuju Bandung menjadi macet.

Jajaran Polres Banyumas dibantu Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas sontak turun tangan demi mengurai kemacetan arus lalu lintas kendaraan yang macet di jalur utama Purwokerto ke Cilacap/Bandung itu. Mereka memberlakukan sistem buka tutup selama personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas memotong dan mengevakuasi pohon yang tumbang itu.

Salah seorang warga Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Muhrijun mengatakan pohon tersebut tumbang sekitar pukul 13.30 WIB saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. “Anginnya datang dari arah timur dan kebetulan aku sedang duduk-duduk di depan toko. Pohon itu roboh ke arah tempatku duduk [ke arah barat sehingga melintang di jalan]. Alhamdulillah tidak ada korban karena kebetulan tidak ada kendaraan yang lewat,” kata pekerja toko material itu.

Angin kencang yang datang dari arah timur itu merusak atap teras rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan bata.

Sementara itu, Koordinator Tagana Banyumas Ady Candra mengatakan berdasarkan informasi, kejadian pohon tumbang terjadi di sejumlah wilayah Banyumas saat hujan disertai angin kencang, Kamis siang. “Dari data laporan yang kami terima, kejadian pohon tumbang terjadi di Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Jl. Raya Cilongok depan Pondok Pesantren Zam-Zam, dan di Patikraja,” katanya di sela-sela penanganan pohon tumbang di Jl. Raya Patikraja.

Selain pohon tumbang, kata dia, arus kendaraan di jalur Purwokerto-Cilacap/Bandung juga terkendala oleh kejadian robohnya baliho berukuran besar yang melintang di tengah jalan sebelah timur Jembatan Sungai Logawa. Angin kencang juga dilaporkan memorakporandakan atap sejumlah rumah warga Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Banyumas.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Sampai saat ini, tim dari BPBD Kabupaten Banyumas dan Tagana masih melakukan pendataan di Linggasari,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya sejak satu bulan lalu telah menyiapkan personel Tagana Banyumas untuk menghadapi berbagai bencana yang berpotensi terjadi pada musim hujan. Selain di Banyumas, hujan disertai angin kencang juga dilaporkan memorakporandakan sejumlah wilayah Kabupaten Purbalingga.

“Bahkan, pohon tumbang dilaporkan menimpa rumah warga Desa Kaliori, Kecamatan Karanganyar, dan Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang. Kami masih melakukan pendataan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga Muhammad Umar Fauzi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten