Achmad Purnomo (kedua kanan)-Teguh Prakosa (ketiga kanan) mendaftar ke DPC PDIP Solo, Senin (23/9/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Purnomo Center mengklaim belum menyiapkan skenario alternatif (cadangan) bila dalam perkembangannya Achmad Purnomo gagal mendapatkan rekomendasi sebagai calon wali kota (cawali) Solo dari PDIP dalam Pilkada tahun 2020.

Mereka optimistis DPP PDIP bakal memberikan rekomendasi cawali kepada Achmad Purnomo yang telah mendampingi F.X. Hadi Rudyatmo sekitar delapan tahun terakhir. Pernyataan itu disampaikan pegiat Purnomo Center, Farid Sunarto.

"Saya yakin DPP akan memperhatikan narasi-narasi untuk kepentingan warga Solo. Sampai saat ini sih masih belum [menyiapkan skenario cadangan]. Karena waktunya masih panjang. Kami belum memikirkan," ujar Farid, Selasa (15/10/2019).

Terkait pernyataan Ketua DPD PAN Solo, Achmad Sapari, yang siap menerima Achmad Purnomo sebagai cawali bila gagal di PDIP, Farid mengaku tidak punya kewenangan berkomentar.

“Kalau saya kan di posisi Purnomo Center, komunitas saja. Untuk tim sukses kan dari parpol nanti,” ungkap dia.

Farid menegaskan sejauh ini para pendukung Achmad Purnomo masih yakin dengan proses yang sedang berjalan di PDIP.

Farid justru menyoroti sikap putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, yang terkesan nekat ingin maju dalam Pilkada Solo 2020. Kongkretnya dengan mendaftarkan diri sebagai anggota PDIP dan sempat meminta formulir pendaftaran cawali Solo di DPC PDIP Solo.

"Sebaiknya Gibran menahan nafsu berkuasa untuk menjaga marwah ayahnya," kata dia.

Farid menilai Gibran perlu belajar politik kepada F.X. Hadi Rudyatmo yang berhasil menanamkan prinsip-prinsip dan etika politik kepada anaknya. Sehingga anak dari Rudy tak mengejar jabatan semasa ayahnya menjadi wali kota.

Sikap berbeda menurut dia ditunjukkan Gibran. Padahal keberadaanya di pucuk pimpinan pemerintahan bersamaan dengan ayahandanya sebagai Presiden dinilai berisiko. Apalagi bila pemerintahan yang dipegang Solo.

"Dalam posisi Presiden nya Jokowi dan Gibran Wali Kota Solo rentan dinamika politik nasional masuk Solo. Kita ketahui bersama banyak kelompok anti-Jokowi. Mereka bisa mencari pemicu perhatian dari kepemimpinan Gibran," urai dia.

Bila itu terjadi menurut Farid Solo akan menjadi gaduh dan masyarakat tidak bisa hidup tenang.

"Dalam konteks kepemimpnan Solo terbuka. Tapi akan lebih baik bila tidak ada kaitan dengan dinasti penguasa negeri ini," sambung dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten