Pura-Pura Rukiah, Pengasuh Ponpes Malah Cabuli 15 Santri

Oknum pengasuh pondok pesantren di Musi Rawas, Sumatra Selatan, mencabuli 15 santri dengan modus pura-pura merukiah.

 Ilustrasi pelecehan seksual anak. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pelecehan seksual anak. (Freepik.com)

Solopos.com, PALEMBANG — Oknum pengasuh pondok pesantren di Musi Rawas, Sumatra Selatan, dilaporkan atas kasus asusila. Pelaku berinisial IM, 48, mencabuli 15 santri dengan modus melakukan rukiah.

Aksi IM terbongkar setelah salah satu korban melaporkan peristiwa buruk yang dialaminya kepada orang tuanya. Korban berinisial HS, 14, merasa trauma dicabuli oleh pelaku hingga meminta dijemput orang tuanya dari ponpes.

PromosiPusat Perayaan Waisak, Candi Borobudur Simpan Misteri Siapa Penguburnya

Baca juga: Kasus Pencabulan 15 Anak Jaksel Terungkap saat Korban Curhat pada Ibu

Rupanya pelaku mengaku sudah lama melakukan tindakan asusila tersebut. Modus yang dilakukan adalah mengatakan bahwa para korban diganggu makhluk halus.

“Modusnya pelaku mengatakan kepada korban ada makhluk halus yang mengganggu. Untuk itu wajah dari korban diolesi minyak dan leher korban ditempeli kris. Setelah itu korban gauli oleh tersangka. Tersangka ini oknum pengelola yayasan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Musi Rawas AKP Dedi Rahmad Hidayat, Senin (22/11/2021) saat dihubungi Suara.com.

Baca juga: Dua Santriwati di Tulungagung Diduga Jadi Korban Pencabulan Ustaz

Peristiwa pencabulan terhadap santriwati itu kali terakhir dilakukan IM pada September 2021. Kala itu IM mengajak HS ke rumahnya di Desa Banpres Kecamatan Tuah Negri, Kabupaten Musi Rawas.

Sesampainya di rumah, IM meminta dikerok dan dipijat oleh HS. Pada saat itulah IM mengatakan di tubuh korban ada makhluk halus, kemudian berpura-pura melakukan rukiah untuk melakukan aksi cabul.

“Pada saat kejadian tersebut korban dianjak ke kamar tersangka. Tersangka minta dikerok dan dipijat. Setelah itu, tersangka dengan modus jika di tubuh korban ada mahluk halus dengan mencabuli korban,” ungkap dia.

Akibat kejadian tersebut korban merasa syok dan trauma. Dia lantas meminta dijemput oleh orang tuanya dari pondok. Korban lantas menceritakan tindakan asusila pengasuh ponpes itu kepada orang tuanya hingga kemudian melapor ke polisi.

Baca juga: Waduh! Niat Cari Kerja, ABG di Sleman Jadi Korban Pencabulan Pelaku LSL

Berbekal laporan tersebut, polisi akhirnya menangkap IM di rumahnya. Selain HS, ada empat korban lain yang mengaku dicabuli IM. Mereka juga berstatus sebagai santriwati di ponpes tersebut, yakni DA, 14, NA, 14, AU, 14, dan MA, 16. Saat ini tim kepolisian tengah menyelidiki kasus ini. Masih ada delapan korban lagi, namun hingga saat ini belum melapor.

“Perkara persetubuhan anak di bawah umur sudah kita tindaklanjuti, hasil visum para korban ke RSUD Muara Beliti menjadi barang bukti untuk menjerat tersangka. Korban sudah kita himbau segera melapor,” ujarnya.

Tersangka IM dikenakan Pasal 81 UU RI No.17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No.01 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua UU RI No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Sumber: Suara.com

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Riset Belanda Ungkap Tiga dari 10 Situs Jawa Kuno di Boyolali Hilang

+ PLUS Riset Belanda Ungkap Tiga dari 10 Situs Jawa Kuno di Boyolali Hilang

Masa Jawa Kuno meninggalkan sejumlah peradaban di Kota Susu Boyolali, di mana berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Leiden Belanda dalam riset disertasinya pada 2009, mengungkap tiga dari 10 situs dinyatakan hilang.

Berita Terkini

Tiga Kota Ini Besok Cuacanya Panas, Mana Saja?

Banda Aceh, Surabaya dan Jakarta Pusat memiliki suhu maksimal 34 derajat Celcius.

Rayakan HUT Ke-65, Ini Bukti Astra Dukung Pendidikan Berkualitas

Selama 65 tahun berkarya, Astra telah membina lebih dari 21.000 sekolah, di antaranya merupakan 3.320 SMK, penyerahan 276.000 paket beasiswa.

Kuliah Umum di UNS, Menteri Bahlil Kisahkan Orang Tuanya Buruh & Tukang Cuci

Di hadapan 600-an mahasiswa UNS yang hadir secara luring, Bahlil Lahadalila mengatakan ada dua jenis pengusaha berdasarkan kondisinya, yakni pengusaha by nasab dan by nasib.

India Dihantam Gelombang Panas 49,2 Derajat Celcius

Gelombang panas itu merupakan yang kelima di Kota Delhi, India sejak Maret 2022.

Pakar Prediksi Pandemi Covid-19 Berakhir Maksimal Awal 2023

Akhir krisis kesehatan pandemi Covid-19 akan terjadi jika sepertiga negara di dunia telah masuk dalam kategori terkendali atau endemi.

Isu Strategis Penentu Kelancaran Pemilu 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus bekerja keras menyelesaikan lima isu strategis yang akan menjamin kelancaran pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024.

Legawa Ditolak Singapura, UAS Masih Sisakan Kekecewaan Ini

Namun Abdul Somad masih menyisakan rasa kecewa lantaran perlakuan petugas Imigrasi Singapura dinilainya tidak manusiawi.

Jokowi Pernah Bilang Buka Masker 6 Bulan Lagi, Kenapa Mulai Hari Ini?

Saat meninjau proyek Sirkuit Formula E di Ancol Jakarta, Presiden Jokowi mengatakan tidak perlu tergesa-gesa dalam membuka masker, kira-kira enam bulan lagi.

Sumuk! Ini Penyebab Cuaca Panas Sepanjang Mei 2022

Inilah penyebab suhu udara di Indonesia terasa panas sepanjang Mei 2022.

Bangun Bendungan Raksasa, China Dituding Rusak Hutan Filipina

Proyek bendungan di Filipina yang dibiayai China dianggap telah merusak alam Pegunungan Sierra Madre yang merupakan hutan terbesar di negara tersebut.

1.432 Mahasiswa Kuliah di ITS PKU Muhammadiyah Solo, dari 29 Provinsi Hlo

Saat ini ITS PKU Muhammadiyah Solo telah memiliki 1.432 mahasiswa yang tersebar di delapan program studi yang saat ini ada di kampus tersebut.

Kuartal I/2022, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Raih US$813 Juta

Hasil keuangan kuartal I/2022 PT Barito Pasific Tbk. (BRPT) mencerminkan kinerja yang solid walaupun terdapat gejolak di pasar energi yang terjadi didorong oleh konflik Rusia-Ukraina.

Ceramah Ini Dijadikan Alasan Singapura Tolak Ustaz Abdul Somad

Ministry of Home Affairs atau MHA menyatakan menolak Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk ke Singapura karena isi ceramah UAS dinilai mengandung ajaran ekstrimisme.

Pelaku Perjalanan ke Luar Negeri Wajib Bermasker Tiga Lapis

Pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) wajib mengenakan masker tiga lapis meskipun pandemi Covid-19 mulai mereda.

Henry Indraguna "Kowe Meneh" Jadi Anggota Tim Ahli Wantimpres

Henry Indraguna sebagai pengacara kondang juga penulis buku Memahami Tafsir Pasal Tindak Pidana Korupsi (Kaidah-Kaidah Hukum dan Doktrin-Doktrin) dipercaya membidangi Hukum dan Perundang-undangan.

Pelaku Perjalanan KA Tetap Wajib Pakai Masker

Bagi pelaku perjalanan, masker tetap wajib dikenakan baik saat berada dalam KA maupun selama berada di lingkungan stasiun.