Tutup Iklan
Punya Riwayat Jantung, Pesepeda Ambruk dan Meninggal Dunia di Sleman
Ilustrasi bersepeda. (Freepik)

Solopos.com, SLEMAN - Seorang pesepeda asal Maguwoharjo, Depok, Sleman, tiba-tiba ambruk hingga akhirnya meninggal dunia, Senin (6/7/2020) pagi WIB.

Insiden itu dibenarkan oleh Kapolsek Depok Timur, Kompol Suhadi saat dikonfirmasi wartawan. Pesepeda itu diketahui bernama Kaseri, 64. Dia tiba-tiba ambruk saat mengayuh sepeda sepulang menunaikan ibadah salat subuh di masjid dekat rumahnya.

"Iya betul ada laka tunggal tadi pagi pukul 07.10 WIB di Maguwoharjo. Yang bersangkutan mengayuh sepeda, lalu ambruk pingsan. Bukan ketabrak, dia jatuh sendiri, jalanan juga masih sepi," kata Kompol Suhadi seperti dilansir Harianjogja.com.

171 Terjangkiti Covid-19 di Klaster Perusahaan Semarang, Sudah Pernah Diperingatkan

Dia menjelaskan, Kaseri berkeliling dengan sepeda setelah pulang menunaikan salat subuh. Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta itu tiba-tiba ambruk saat tiba di lokasi kejadian yakni di Jalan Anggrek, Sambilegi Baru, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Warga sekitar yang mengenalinya langsung menolongnya dan menghubungi RS Hermina. Begitu dibawa ke RS Hermina, pesepeda tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga yang diterima kepolisian, korban mempunyai riwayat sakit jantung dan dan rutin cek kesehatan ke RS Hermina.

"Dari pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah, karena mereka tahu bahwa korban punya riwayat sakit," ujar Suhadi.

Pendapat Ahli

Peristiwa kematian mendadak ketika bersepeda ini mendapat perhatian dari ahli kesehatan. Dosen FKKMK UGM, Rustamaji meminta masyarakat memperhatikan kesehatannya jika ingin bersepeda.

"Memang bersepeda bisa mengurangi kadar stres, karena dilakukan sambil santai dan menghirup udara segar. Namun, kesehatan perlu diperhatikan, apakah punya penyakit bawaan," kata Rustamaji.

Keren! Kerajinan Bebek Akar Bambu Ceper Klaten Tembus Pasar Mancanegara

Ia yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Covid-19 UGM ini menegaskan khususnya bagi masyarakat yang sudah berumur harus konsultasi olahraga apa yang sesuai dengan dokter.

"Kalau pesepeda ada riwayat penyakit serius seperti sakit jantung, pembuluh vaskuler, hipertensi akan sangat berbahaya. Orang dengan riwayat gangguan jantung tentu berisiko terkena serangan jantung kapan pun," kata Rustamaji.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho