Punya Potensi, Kawasan di Soloraya Didorong Kembangkan Wisata Minat Khusus
Rumah Atsiri di Tawangmangu, Karanganyar. (Instagram/@rumahatsiri)

Solopos.com, SOLO -- Pariwisata minat khusus potensial dikembangkan di wilayah Solo Raya yang terdiri atas satu kota dan enam kabupaten. Tidak hanya pada pariwisata budaya, tetapi juga pariwisata buatan seperti wellness tourism atau wisata kebugaran.

Penjelasan itu disampaikan Sub Koordinator Promosi Wisata Minat Khusus Buatan I Kemenparekraf, Heri Retno Indriyani, di sela bimbingan teknis pengembangan pariwisata minat khusus, Sabtu (5/12/2020), di The Sunan Hotel Solo.

Dia menyebut wisata minat khusus sebenarnya sudah ada di banyak daerah. Di Solo misalnya, sudah ada wisata batik yang merupakan warisan budaya, wisata seputar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat hingga wisata kopi.

Asyik! Akan Ada Wisata Air Bengawan Solo dari Beton ke Pucangsawit, Apa Saja Wahananya?

Sedangkan di Karanganyar sudah ada Rumah Atsiri di Kecamatan Tawangmangu yang beberapa waktu terakhir cukup melejit. Pariwisata di Rumah Atsiri masuk kategori wellness tourism atau wisata kebugaran yang sedang tren.

“Di Rumah Atsiri sudah ada kulinernya, ada pengolahan minyak atsirinya, serta kemah-kemah untuk menginap. Kalau tidak salah juga ada museumnya. Di Tawangmangu juga ada BPTO kebun tanaman obat dan olahannya,” terang dia.

Retno menjelaskan ada banyak jenis pariwisata minat khusus yang selama ini berkembang di dunia. Namun secara garis besar pariwisata minat khusus dikelompokkan menjadi kategori wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan.

Waspada Bencana, Pengelola Wisata di Karanganyar Diminta Lakukan Mitigasi

Pariwisata minat khusus kategori alam seperti kegiatan diving dan surfing di lautan. Sedangkan pariwisata minat khusus budaya seperti kuliner, heritage dan wisata kopi. Sementara kategori wisata buatan seperti wellness tourism.

Momentum Bangkit

Disinggung lesunya sektor pariwisata selama masa pandemi Covid-19, Retno tidak memungkirinya. Tapi, dia optimistis sektor pariwisata segera bangkit pascapandemi Covid-19. Untuk itu dia menilai kesiapan dari semua pihak.

“Masyarakat harus membiasakan diri dengan kebiasaan baru saat ini yaitu menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas. Salah satunya dengan memakai masker, menjaga jarak, selalu mencuci tangan memakai masker,” urai dia.

Wana Wisata Sekipan Tawangmangu Tutup 2 Pekan, Awas Kecele!

Wakil Ketua Komisi X DPR, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan sektor pariwisata merupakan salah satu andalan Indonesia. Dari sektor ini mampu menggerakkan sektor lainnya seperti kuliner dan perdagangan.

Ke depan menurut dia Indonesia harus bisa memanfaatkan momentum pascapandemi Covid-19 sebagai momentum kebangkitan pariwisata nasional. “Saat ini kita bertahan dengan menjaga kasus Covid-19 tidak bertambah,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom