Punya Kain Goyor dan Batik, UMKM Sragen Didorong Go International
Perwakilan pengurus DPW ICSB Jawa Tengah Sudarto melantik 17 pengurus DPD ICSB Sragen di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen, Kamis (13/8/2020). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di Sragen terus didorong agar tidak sekadar mampu go national tetapi agar bisa go international.

Pasalnya, potensi menuju go international ada dan kelemahan UMKM Sragen terletak pada lemahnya berorganisasi.

Dorongan itu digaungkan International Council for Small Business (ICSB) Sragen yang beranggotakan sejumlah UMKM yang tergabung dalam 12 kelompok usaha bersama (KUB).

Para pengurus ICSB Sragen baru dilantik bersamaan dengan peringatan Hari UMKM Nasional di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen, Rabu (12/8/2020) lalu.

3 Terdakwa Kasus Korupsi RSUD Sragen Dituntut 18 Bulan Bui

Dalam kesempatan itu, Giana Saputra dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) ICSB Sragen.

“ICSB ini merupakan organisasi nonprofit yang lahir di Washington DC pada 1955 silam. Hingga sekarang ICSB memiliki jaringan internasional di 85 negara di dunia. Indonesia baru bergabung dengan ICSB pada 2015 yang diprakarsai Hermawan Kertajaya. ICSB ini menjadi wadah dan sarana berkomunikasi, berkolaborasi, serta tukar pengalaman dan ilmu untuk memajukan UMKM,” ujar Giana saat ditemui solopos.com di kediamannya, Kamis (13/8/2020).

Giana menerangkan ICSB memang fokus pada pengelolaan dan meningkatkan daya saing UMKM supaya mampu go national dan go international.

Dalam jangka pendek, Giana mendesak kepada Pemkab Sragen untuk menyiapkan rumah UMKM sebagai tempat untuk diskusi dan pemasaran produk UMKM.

Bea Cukai Solo Bongkar Peredaran Miras Ilegal Via Online, 2 Orang Ditangkap

Dia mengatakan rumah UMKM itu dikelola dengan manajemen profesional dengan pendekatan offline maupun online.

“Kami berencana membangun market online atau pasar daring supaya UMKM naik kelas. Modelnya seperti marketplace. Produk-produk UMKM yang ditawarkan dalam pasar daring itu. Pasar itu dikemas dengan nama sendiri yang kini masih digodok,” tambahnya.

Pembina ICSB Sragen, Budiono Rahmadi, menambahkan ICSB itu mendorong UMKM supaya go international lewat model pendampingan UMKM.

Kreativitas dan Inovasi

Dia mengatakan ICSB memiliki jaringan internasional sehingga peluang UMKM untuk go international terbuka lebar. Realisasinya seperti apa dikembalikan pada kreativitas dan inovasi pengurusnya.

“Agar bisa go international itu tentu ada master plan yang jelas. Para UMKM harus berkolaborasi supaya produknya unggul, kemasannya menarik, dan mampu memenangi pasar,” ujarnya.

"Kemasan yang bagus, produk yang unik, dan kreatif menjadi modal awal bagi UMKM untuk go international. Saya melihat ICBS mampu mengolaborasikan seluruh potensi UMKM di Sragen untuk bersinergi dengan pemerintah," tambah dia.

Video Aksi Bullying Beredar Via WA, Polisi Pastikan Lokasi di Alkid Solo

Budi mencontohkan Jepara yang sudah dikenal internasional dengan seni ukir. Budi menilai Sragen memiliki potensi kain goyor, batik, alat perkakas rumah tangga, makanan olahan, dan produk UMKM lainnya untuk digarap secara masif supaya seperti seni ukir Jepara.

Budi mengatakan persiapan UMKM sekarang tinggal membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk berwirausaha dan berorganisasi bersama.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom