Punya Daya Tarik, 27 Desa di Klaten Ditetapkan Jadi Desa Wisata

Sebanyak 27 desa di Kabupaten Klaten ditetapkan menjadi desa wisata dengan potensi masing-masing.

Selasa, 5 Juli 2022 - 20:43 WIB Penulis: Taufiq Sidik Prakoso Editor: Abdul Jalil | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Candi Plaosan, salah satu daftar virtual tour di JOGJA360.net (Instagram/@candiplaosan)

Solopos.com, KLATEN – Puluhan desa di Kabupaten Klaten berkembang menjadi desa wisata. Salah satu desa wisata yakni Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan yang masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten, Sri Nugroho, mengatakan total desa wisata yang sudah mendapatkan surat keputusan (SK) bupati yakni 27 desa. Desa tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dengan memiliki potensi wisata yang beragam mulai dari wisata tirta, budaya, hingga panorama alam.

Terkait dukungan guna pengembangan desa wisata, Nugroho mengatakan dilakukan melalui kolaborasi dengan desa.

“Kami kolaborasi tentunya diawali dengan pelatihan-pelatihan untuk mendukung sumber daya manusia desa wisata,” kata Nugroho, Selasa (5/7/2022).

Baca Juga: Warga Grobogan Tertangkap Tangan Curi Uang Kotak Amal di Masjid Klaten

Sebelumnya, Bupati Klaten, Sri Mulyani, berharap jumlah desa wisata di Kabupaten Bersinar terus bertambah. Dia menjelaskan selama ini sudah ada dukungan dari pemerintah untuk pengembangan desa wisata.

Mulyani mengatakan sebelum ada pandemi Covid-19 setiap tahun ada bantuan yang digulirkan ke desa untuk pembinaan desa wisata. Nilai bantuan yang digulirkan Rp200 juta.

“Karena ada pandemi, alokasi anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19. Nanti akan kami lihat desa mana yang akan kami dukung kembali. Ini juga tergantung keseriusan dari kepala desa dan Pokdarwis mengembangkan wisata di wilayah mereka,” kata Mulyani.

Baca Juga: Eksotis & Instagramable! Ini Rekomendasi Pantai di Pacitan yang Bagus

Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan merupakan salah satu desa yang ditetapkan menjadi salah satu desa wisata di Klaten. Desa tersebut masuk 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia pada ajang ADWI 2022.

Daya Tarik Bugisan

Kepala Desa (Kades) Bugisan, Heru Nugroho, mengatakan salah satu daya tarik di Bugisan yakni panorama Candi Plaosan. Hanya saja, Candi Plaosan berada di wilayah ring 1 di bawah pengelolaan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Untuk mendukung pesona Candi Plaosan, pemerintah Desa Bugisan memoles kawasan di sekeliling candi dengan mengembangkan berbagai atraksi wisata. “Yang jelas view Candi Kembar [Candi Plaosan] itu tidak ada duanya. Kami memoles di samping-sampingnya saja. Dengan wisata di sekitarnya itu harapan kami wisatawan bisa berlama-lama di sekitar Candi Plaosan,” kata Heru.

Baca Juga: Pengumuman! CFD di Jl Mayor Kusmanto Klaten Libur pada Minggu 10 Juli

Heru menjelaskan kawasan di sekeliling Candi Plaosan dibuat menjadi kampung budaya Candi Plaosan.

“Ada kesenian Pring Sedapur, satu-satunya alat musik yang terbuat dari bambu dan diolah Mbah Tikno [warga Bugisan] yang kini berumur 85 tahun. Kemudian ada karawitan, gejok lesung, jatilan, tarian Sorak Gumyak Bugisan. Wisatawan bisa memainkan alat-alat gamelan,” kata Heru.

Selain seni dan budaya, pengunjung bisa menikmati sajian kuliner serta kerajinan dari Bugisan. Dia mencontohkan seperti sega liwet serta makanan olahan dari pepaya yang dibuat menjadi nugget, stik, dan lain-lain. Ada pula Bakpia Mutiara yang diproduksi di Bugisan. Sementara, produk UMKM di Bugisan salah satunya yakni batik ecoprint.

Baca Juga: Sakjose! Bugisan Klaten Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik Nasional

Saat mengunjungi Bugisan pekan lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahudin Uno, mengunjungi Bugisan. Dalam kunjungan itu, Sandiaga tertarik dengan produk batik ecoprint bikinan warga Bugisan. Sandiaga menilai produk batik ecoprint layak go internasional.

Sementara itu, guna mendukung pengembangan potensi wisata di Bugisan, warga dan pemerintah desa mengelola sampah secara mandiri. Pengelolaan sampah itu dilakukan melalui TPS3R serta penerapan sejumlah aturan yang berisi larangan membuang sampah sembarangan. “Kebersihan menjadi salah satu dari Sapta Pesona. Alhamdulillah Bugisan sekarang bisa mandiri mengelola sampah,” kata Heru.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Beda dengan Para Pekerja, Apindo Boyolali Usul UMK 2023 Hanya Tambah Rp42.000 10 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Tilang Digital Berlaku, 11 Wilayah di Sukoharjo Ini Dipantau Kamera ETLE 51 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Penampakan Kursi Gaming "Sultan" Seharga Rp300 Juta di Game Working Space Solo 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Polemik Pemilihan Kadus Dalangan Sukoharjo: Camat Tolak Usulan Kepala Desa 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Breaking News, 1 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan di Sambungmacan Sragen 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Jelang Nataru, Satpol PP Sukoharjo Musnahkan Ribuan Liter Miras 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Fenomena Gibran Effect Berpotensi Meluas tapi Perlu Dikontrol 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Indonesia Tak Gabung Empat Negara Usul Kebaya Jadi Warisan Budaya Dunia 5 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Kisah Pemuda Ngadiroyo Wonogiri Tantang Cakades Petahana di Pilkades Serentak 5 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Analisis Gibran Effect dari Perspektif Birokrasi Pemerintahan & Politik 5 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tepis Isu Klitih di Kota Solo, Kapolresta: Polisi Siap Perangi Premanisme! 5 jam yang lalu

HEADLINE soloraya 4.000 Santri Ikuti Ujian Hafalan Al-Qur'an di Karanganom Klaten 5 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Bupati Klaten Minta PT JMM Taati Kesepakatan Pengangkutan Tanah Uruk Tol 5 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Pertama di Karanganyar, Layanan Cuci Darah Di RS PKU Muhammadiyah 5 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Buruh-Pengusaha Belum Sepakat, Rapat Tripartit Bahas UMK Sragen 2023 Deadlock 5 jam yang lalu