Punya Dampak Baik Bagi Kesehatan Mental, Ini Manfaat Rasa Takut
Rasa takut bisa memberi manfaat juga bagi kesehatan. (ilustrasi/Freepik)

Solopos.com, SOLO--Setiap individu punya rasa takut yang berbeda dan hal ini wajar ada dalam diri. Sayangnya, banyak orang menganggap rasa takut dapat memberikan dampak negatif dan membuat mereka melawan ketakutan dalam diri mereka.

Padahal, rasa takut ternyata juga punya beberapa manfaat, salah satunya adalah menurunkan berat badan. Melansir dari liputan6.com belum lama ini, berikut manfaat rasa takut bagi diri kalian.

Seperti dilansir dari sehatq, rasa takut adalah emosi alami, kuat, dan memicu reaksi fight or flight dari tubuh. Ketika merasa ngeri, seseorang menjadi lebih waspada akan kemungkinan adanya ancaman atau bahaya. Ancaman yang bersifat fisik maupun fisiologis sama-sama bisa memicu rasa takut.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Seluruh Provinsi Di Jawa Siaga Banjir Kecuali DIY!

Menurunkan Berat Badan

Sedikit rasa takut, rupanya dapat membakar lebih banyak kalori daripada saat kalian tidak takut pada apa pun. Saat denyut nadi bertambah cepat, tubuh kalian mengalami aliran adrenalin. Metabolisme tubuh juga meningkat dan gula serta lemak dibakar dalam prosesnya.

Sebuah penelitian dari ahli fisiologi di London's University of Westminster menemukan bahwa ketika orang menonton film horor, seperti The Shining atau The Exorcist, mereka membakar hingga 113 kalori. Jumlah ini sama dengan saat mereka bakar dalam setengah jam berjalan kaki.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Beberapa penelitian yang dilakukan oleh Coventry University di Inggris dengan partisipan yang menonton film horor menunjukkan bahwa rasa takut menyebabkan sel darah putih mereka aktif. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dari orang-orang tersebut.

Sel darah putih membantu kalian melawan penyakit dan memperbaiki tubuh. Semakin banyak sel darah putih yang dimiliki, maka semakin kuat sistem kekebalan yang kalian punya.

Baca Juga: UMKM Terancam, Dokter Tirta Ingatkan PPKM Bisa Salah Sasaran

Memberi Motivasi

Saat takut zat yang dikeluarkan, tidak hanya adrenalin, tetapi juga bahan kimia lain, seperti serotonin. Zat membantu otak bekerja lebih efisien, sehingga ketakutan akan menghasilkan energi.

Ini bisa dicontohkan, seperti pelari yang mengambil rute berlari yang berbeda. jika berlari mengikuti rute yang sama setiap hari, maka kalian dengan cepat menjadi terbiasa.

Berbeda jika kalian berlari dengan rute baru, yang membuat kalian takut dan benar-benar fokus. Otak kalian juga akan mulai bekerja secara maksimal dan siap menghadapi tantangan baru.

Baca Juga: Jangan Asal Unggah Selfie Kartu Vaksinasi Covid-19 di Medsos, Ini Alasannya

Membantu Keluar dari Masalah

Saat menyeberang jalan yang remang-remang di malam hari atau mendengar langkah kaki di belakang, tentunya kalian akan mulai berjalan lebih cepat dan mencoba mencapai tujuan aman lebih awal.

Rupanya, Ketakutan memaksa otak untuk segera bereaksi dan menemukan solusi daripada menghabiskan waktu untuk menganalisis situasi secara mendetail.

Baca Juga: RS Rujukan Covid-19 di Sukoharjo Diminta Tambah 30 Persen Bed

Membantu Perubahan Positif

Saat dokter mengatakan bahwa kalian memiliki kadar gula tinggi dan berisiko terkena diabetes, tentunya kalian mulai was-was dan ketakutan. Itu karena kalian sudah menyadari kerusakan parah yang disebabkan diabetes.

Sehingga, kalian mulai mengikuti perintah dokter, seperti mengonsumsi lebih sedikit gula dan mengikuti diet secara ketat. Tanpa rasa takut, perubahan positif ini mungkin memakan waktu terlalu lama.



Berita Terkini Lainnya








Kolom