Punya 271 Restoran di 4 Negara, Wong Solo Lebarkan Sayap ke Eropa & Amerika

Pemilik bisnis Wong Solo Group bakal melebarkan sayap ke Eropa dan Amerika.

 Ketua Koperasi Tamara HKTI, Nanda Abraham, menyampaikan pandangannya terkait rencana berkolaborasi dengan MakanKu Meal Ready Eat milik Bos Wong Solo Group, Puspo Wardoyo, Rabu (8/9/2021) malam. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Ketua Koperasi Tamara HKTI, Nanda Abraham, menyampaikan pandangannya terkait rencana berkolaborasi dengan MakanKu Meal Ready Eat milik Bos Wong Solo Group, Puspo Wardoyo, Rabu (8/9/2021) malam. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Koperasi Tani Makmur Rakyat Sejahtera (Tamara) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menjajaki peluang berkolaborasi dengan MakanKu Meal Ready Eat (MRE) atau makanan siap saji milik Sultan Kuliner Kota Solo, Puspo Wardoyo.

Laki-laki kelahiran Karangasem, Laweyan, tersebut merupakan pemilik 271 restoran yang beroperasi di Indonesia, Malaysia, Singapura dan Arab Saudi. Pertemuan antara rombongan Koperasi Tamara HKTI dengan Puspo dilakukan Rabu (8/9/2021) malam.

Hadir dalam pertemuan yang berlangsung di Gerai MakanKu di Jl. Ahmad Yani Pabelan, Kartasura, itu, perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Solo, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Solo, serta dari HKTI Soloraya.

Baca juga: Hiii…. Tebing Sungai di Karangmalang Sragen Ini Diduga Jadi Sarang Ular Piton

Ketua Koperasi Tamara HKTI, Nanda Abraham, berharap kerja sama yang dilakukan bisa semakin mengangkat citra kuliner Nusantara di luar negeri.

“Tidak hanya di negara-negara Timur Tengah, tapi juga merambah Cina, Eropa dan Amerika,” ujar dia.

Nanda menerangkan kerja sama yang dilakukan dengan MakanKu berupa pemasaran produk hingga penyediaan bahan komoditas seperti beras dan aneka ternak. Dengan kerja sama itu menurut dia akan memberdayakan pelaku UMKM Tanah Air.

Sebab saat ini cukup banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang tergabung dengan Koperasi Tamara HKTI.

“Kerja sama ini juga akan lebih mengenalkan berbagai kuliner Nusantara dalam bentuk makanan siap saji MakanKu, ke dunia,” papar dia.

Baca juga: Pisalin Rilis Koleksi Terbaru, Upcycle Limbah Jadi Busana Fashionable

Nanda melihat keunggulan teknologi yang dimiliki Wong Solo Group memungkinkan untuk terus berkembang dan menjadi market leader kuliner. Sebab produk MakanKu dikemas siap saji dilengkapi dengan pemanas yang praktis tanpa kompor.

“Saya lumayan sering bepergian ke luar negeri. Tapi saya baru tahu ada makanan siap saji dengan pemanas. Dengan kemasan seperti ini tentu praktis atau mudah dibawa kemana-mana. Apalagi di masa pandemi Covid-19 sekarang ini,” terang dia.

Baca juga: 5 Kuliner Laziz Khas Blora, Ada BTS Meal dengan Kearifan Lokal Loh

Sedangkan Bos Wong Solo Group, Puspo Wardoyo mengatakan pada prinsipnya pihaknya selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak. Sebab menurut dia untuk bisa maju dan berkembang, sebuah usaha tak bisa berjalan sendiri.

Selain penyediaan bahan baku produk, Puspo mengatakan, keuntungan berkolaborasi dengan pihak lain yaitu adanya tambahan jaringan pemasaran. Sebab dia ingin terus mengembangkan usahanya, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.

Berita Terkait

Berita Terkini

Sukoharjo Waspadai Potensi Bencana di Puncak Musim Hujan

Dari seluruh potensi bencana alam yang ada, seluruh wilayah Sukoharjo perlu mewaspadai risiko terjadinya angin kencang yang berpotensi merusak.

Sekolah Kebanjiran, Pelajar SDN 4 Kebonromo Sragen Belajar di Rumah

Banjir yang menerjang Sragen pada Selasa (18/1/2022) berdampak pada kegiatan belajar mengajar di SDN 4 Ngrampal. Sebagian siswa SD tersebut harus belajar dari rumah karena sekolah kebanjiran.

Harga Minyak Goreng di Klaten Masih Rp21.000 per Liter, Pedagang Pusing

Harga minyak goreng kemasan di pasar tradisional masih berada pada kisaran Rp19.500-Rp21.000 per liter.

Retribusi Fasilitas Manahan & Sriwedari Solo Naik, Termasuk Kamar Mandi

Tarif retribusi penggunaan fasilitas rekreasi dan olahraga termasuk Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari Solo naik mulai awal tahun ini.

Puan Dijadwalkan Hadiri Peresmian Jembatan Gantung Girpasang

Selain ke Girpasang, rombongan Puan Maharani beserta sejumlah anggota DPR dijadwalkan mengunjungi wilayah Polanharjo, Klaten.

Masuk Kamar Tanpa Busana, Ayah Bejat Ini Tunggu Anak Tiri Selesai Mandi

Pelaku bersembunyi di kamar anak tirinya tanpa busana, menunggu korban selesai mandi. Untungnya aksi pencabulan itu gagal, pelaku ditangkap Polres Karanganyar.

Pasar Legi Solo Banjir, Pedagang: Ngarep Kios Banyune Gumrojog Lur!

Bangunan baru Pasar Legi Solo malah tergenang banjir sehari menjelang peresmian yang dijadwalkan pada Kamis (20/1/2022).

Binda Jateng Alokasikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Anak-Anak Kartasura

Total vaksinasi anak se-Kartasura dari total 10.000 target anak sudah mencapai sekitar 70 persen per Selasa (18/1/2022).

Sering Tak Dilayani Istri, Pria Tasikmadu Berusaha Cabuli Anak Tiri

Seorang ayah asal Tasikmadu, Karanganyar, berupaya mencabuli anak tirinya yang baru selesai mandi. Beruntung aksi bejat pelaku gagal.

Kades Gondang Harap Pemkab Sragen Jadi Bangun Pasar Mbah Gajah

Kades Gondang berharap pernyataan Bupati Sragen yang ingin membangun Pasar Mbah Gajah bisa terealisasi untuk menghapus stigma negatif, yakni sebagai tempat mangkal PSK.

Patroli Pakai Helm Kopek, Polisi Klaten Beri Tilang 932 Pengendara

Saat melanggar peraturan lalu lintas, aksi ratusan pengendara kendaraan terekam helm dengan kamera portabel penindakan kendaraan bermotor (Kopek).

Kasus Perampokan Maut di Gudang Rokok Serengan Solo Segera Disidangkan

Polresta Solo telah melakukan pelimpahan tahap II kasus perampokan gudang rokok di Jl Brigjen Sudiarto, Joyotakan, Serengan, ke Kejari Solo.

Belum Diresmikan, Bangunan Baru Pasar Legi Solo Malah Kebanjiran

Bangunan baru Pasar Legi Solo yang baru mulai ditempati pedagang dan belum diresmikan kebanjiran saat hujan deras pada Rabu (19/1/2022) siang.

Di Tangan Ibu RT Asal Palur Ini, Minyak Jelantah Bisa Jadi Cuan

Seorang ibu rumah tangga asal Palur, Karanganyar membuka usaha penampungan minyak jelantah yang bisa ditukarkan dengan uang. Siapa saja bisa menukarkan minyak jelantah mereka di sini.

Butuh Waktu 10 Menit, Duo Pemuda Ini Bobol 30 Kotak Infak di Klaten

Saat beraksi, paa tersangka menggunakan 19 anak kunci palsu dan obeng.