Tutup Iklan

PUNGLI POLISI : Polantas Nakal Terancan Ditendang dari Satlantas

PUNGLI POLISI : Polantas Nakal Terancan Ditendang dari Satlantas

SOLOPOS.COM - Ilustrasi polisi memberikan tilang kepada pelanggar peraturan lalu lintas (JIBI/Solopos/Dok.)

Pungli polisi ditekan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji dengan mengumbar ancaman.

Solopos.com, SEMARANG — Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji mengancam menendang keluar polisi lalu lintas (polantas) dari kesatuan mereka jika tak mampu menghentikan kenakalan melakukan pungutan liar (pungli).

Dia menegaskan banyak yang antre tugas di satlantas untuk menggantikan polisi anggota kesatuan itu yang tak jera nakal melakukan pungli. "Kalau ada yang melanggar berarti bosan di situ. Kalau tidak mau tugas dengan baik, jangan di situ," kata Abiyoso di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (14/10/2016).

Hal tersebut disampaikan Kapolrestabes menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo tentang Operasi Pemberantasan Pungli. Ia menegaskan satuan penyelenggara administrasi surat ijin mengemudi (SIM) di wilayah hukum Polrestabes Semarang harus bebas pungli.

Menurut dia, sistem pelayanan publik tersebut harus benar-benar bersih dari tindakan menyimpang, termasuk bebas dari calo. "Saya mau lihat di satpas tidak ada calo, tidak ada pungutan-pungutan liar," katanya.

Ia juga menegaskan akan menindak tegas anggota yang terbukti meminta pungli. "Kalau ada yang melanggar saya tindak, masih banyak anggota yang ingin tugas di situ," tambahnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Begini Cara Mengajari Anak Berwirausaha Sejak Dini

Agar buah hati termotivasi jadi pengusaha, tak ada salahnya orang tua mengajari anak berwirausaha.

Tiga Cara Menikmati Croffle Hits dari Tjemilan oleh Kopi Soe

Sebagai kedai camilan favorit masyarakat, Tjemilan oleh Kopi Soe juga menghadirkan aneka varian croffle yang dinamai #Soeffle.

Tren Naik, Kasus Covid-19 di Sukoharjo Tambah 88 Orang dalam Sehari

Kasus Covid-19 di Sukoharjo bertambah 88 orang dalam sehari pada Kamis (24/6/2021). Penambahan itu membuktikan tren penambahan kasus Covid-19 di Sukoharjo masih naik.

Bapas Solo Sebut Mediasi Kasus Perusakan Makam Oleh Anak-Anak Di Mojo Telah Selesai, Hasilnya?

Proses mediasi kasus perusakan makam Mojo, Pasar Kliwon, Solo, yang melibatkan 10 anak-anak sudah selesai dengan pendampingan Bapas.

Melonjak! Pemusalaran Jenazah Prosedur Covid-19 di Sukoharjo Capai 22 Orang dalam Sehari

Sebanyak 22 jenazah dimakamkan dengan prosedur Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo dalam sehari. Kondisi ini melonjak tajam dari biasanya empat jenazah.

Diduga Gegara Depresi, Perempuan asal Pati Terjun ke Sumur

Seorang perempuan di Pati diduga nekat mengakhiri hidup dengan menceburkan diri ke sumur. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Bangun Tidur Buka Jendela, Warga Sukodono Sragen Shock Temukan Tetangga Gantung Diri

Seorang pria lansia asal Sukodono, Sragen, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di belandar rumah pada Jumat (25/6/2021).

Uji Sampel Covid-19 Melonjak, BBVet Wates Kulonprogo Kewalahan

Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates kewalahan menguji sampel lantaran melonjaknya kasus Covid-19 di Kulonprogo.

Faktor Ratusan ODGJ Bisa Sembuh dari Covid-19: Tak Stres Pikirkan Corona

Ratusan pasien ODGJ dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sebulan, begini penjelasannya.

Wah, Ternyata Banyak ASN yang Tak Netral di Pilkada 2020, Sukoharjo Nomor Dua

Bawaslu Jateng menyebut ada 110 ASN yang terbukti tak netral pada Pilkada 2020. Mereka telah dijatuhi sanksi.

Catat! Ini Perbedaan Varian Delta dan Delta Plus

Apa sajakah perbedaan virus corona varian Delta dan Delta Plus?

Uji Coba PSIS Kontra PSIM Disiarkan Live Streaming

PSIS Semarang akan meladeni PSIM Yogyakarta pada laga uji coba yang akan disiarkan secara streaming.