Tutup Iklan

PUNGLI PNS : Ketahuan Nakal, PNS Semarang Tak Dipecat

PUNGLI PNS : Ketahuan Nakal, PNS Semarang Tak Dipecat

SOLOPOS.COM - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi alias Hendi. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Pungli dilakukan PNS Kota Semarang tanpa khawatir dipecat.

Solopos.com, SEMARANG — Dua pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang tak dipecat meskipun ketahuan mengutip pungutan liar (pungli).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Senin (24/10/2016), memastikan sanksi bagi PNS Kota Semarang yang terbukti bersalah melakukan pungli hanyalah dicopot dari jabatan.  Nyatanya sikap setengah hati Pemkot Semarang itu tampaknya sudah membuat Hendi—sapaan akrab Wali Kota Hendrar Prihadi—bangga.

“Kami tidak main-main terkait pungli. Sampai hari ini, sudah ada dua PNS yang dilepas jabatannya gara-gara pungli. Keduanya sama-sama kepala seksi [kasi]," katanya sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara di Semarang.

Dipaparkannya, oknum PNS pertama yang ia copot karena ketahuan mengutip pungli semula ditugaskan di salah satu dinas Pemkot Semarang. Pungli itu ia kutip saat pengurusan bantuan hibah bantuan sosial (bansos) salah satu lembaga.

PNS kedua, sambung dia, adalah kasi yang bertugas di salah satu pemerintah kelurahan di Kota Semarang. Ia kertahuan menarik pungli dalam pengurusan izin domisili.

Kedua PNS pengutip pungli itu baru diproses setelah setelah muncul pengaduan dari masyarakat kepada Pemerintah Kota Semarang. "Ada laporan [pengaduan] masuk. Pelapor kemudian kami panggil untuk klarifikasi. Awalnya, oknum PNS itu tidak mengaku, tetapi setelah kami pertemukan pelapor akhirnya minta maaf," katanya.

Pemkot Semarang, menurut Hendi lalu mencopot jabatan kedua PNS nakal itu. Keduanya kini tetap rutin menerima uang yang dihimpun pemerintah dari rakyat karena tetap dipekerjakan sebagai anggota staf di instansi masing-masing.

"Akhirnya, keduanya [oknum PNS] mengaku dan minta maaf. Ya, sudah. Kami copot [jabatannya]. Baru saja sebulan lalu. Jadi, kami memang tidak main-main terkait pungli," katanya.

Hendi mengaku sudah berkali-kali menyampaikan kepada jajaran PNS untuk tidak melakukan pungli karena sudah tugas melayani publik dan setiap tahun ada kenaikan TPP (tambahan penghasilan PNS). "Kalau masih saja ada PNS yang punya keinginan seperti itu [melakukan pungli], apa ya tidak eman-eman? Apalagi, mereka punya jabatan. Setiap tahun, TPP juga dinaikkan," katanya.

Bisa Dipecat
Ditanya tentang kemungkinan oknum PNS yang mengutip pungli itu dipecat, Hendi mengakui hal itu bisa saja dilakukan. Tetapi, imbuhnya, pemecatan PNS tidak bisa dilakukan secara serta merta, sebab ada aturan yang mengatur pemberhentian PNS.

"Ada yang bertanya, kenapa [oknum PNS pungli] tidak langsung dipecat? Ya, pemecatan kan tidak bisa serta merta. Aturannya jelas, mana yang diberhentikan, mana yang dibina," kilahnya.

Demi mencegah praktik pungli kepada masyarakat, Hendi mengatakan Pemkot Semarang juga berencana memasang perangkat kamera close circuit television (CCTV) di tempat-tempat pelayanan publik.

"Sudah dianggarkan di anggaran perubahan [APBD Perubahan] tahun ini dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] tahun depan untuk pemasangan CCTV di tempat pelayanan publik," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Covid-19 Varian India di Kudus, Ini Langkah Gubernur Ganjar

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta sejumlah pemerintah kabupaten di Jateng mencanangkan gerakan di rumah saja.

2 SMKN Jogja Ini yang Masuk Top 1.000 Sekolah Terbaik

Jogja punya sekolah menengah kejuruan negeri terbaik yang bisa lolos dalam Top 1.000 sekolah terbaik nasional berdasarkan nilai rerata TPS UTBK tertinggi pada tahun 2020.

Braak, Sepeda Motor Terjepit Seusai Tabrak Bus BST Dekat Flyover Purwosari Solo 

Kecelakaan lalu lintas antara Bus BST dan sebuah sepeda motor terjadi di Jl. Slamet Riyadi atau sisi timur Flyover Purwosari pada Minggu (13/6/2021)

Solo Uji Coba Angkutan Bus Listrik dan Bus Low Deck, Lewat Koridor Mana?

Bus listrik dan bus low deck segera diuji coba di jalanan Kota Solo, rencananya angkutan feeder juga akan diganti mobil bertenaga listrik.

Tradisi Memanggil Jin di Daerah Ini Jadi Atraksi Wisata

Tarian yang berisi tradisi memanggil jin ini telah menjadi bagian dari pertunjukan untuk menyambut tamu-tamu penting yang datang.

Tanpa Lelah, Petugas Rutin Sterilisasi Asrama Haji Donohudan Boyolali

Sterilisasi kawasan Asrama Haji Donohudan di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, terus dilakukan untuk menekan potensi persebaran Covid-19.

Tahu Bakso, Kudapan Khas Ungaran yang Bikin Nagih

Selain dikenal dengan lumpia dan juga bandeng presto, Semarang juga memiliki jajanan khas, yaitu tahu bakso yang aslinya berasal dari Kota Ungaran.

Covid-19 India di Kudus, Gubernur Ganjar Minta Petugas Lebih Waspada

Petugas yang menangani pasien Covid-19 di  Kudus meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya persebaran Covid-19 varian India di sana.

2 Bulan Pelonggaran Kegiatan, Kasus Covid-19 di Wonogiri Tambah 1.200 Lebih

Selama dua bulan pelonggaran kegiatan warga di Kabupaten Wonogiri berlangsung, jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah lebih dari 1.200 orang.

Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Menanamkan Pendidikan Karakter Anak

Pendidikan karakter yang dipahami secara parsial dan tidak tepat sasaran justru bersifat kontraproduktif bagi pembentukan karakter anak.

Pemerintah Dukung UMKM Banyumas dengan Dana Hibah

Pemerintah Kabupaten Banyumas menyalurkan dana pinjaman bergulir yang sudah merupakan program bantuan rutin kepada  pelaku UMKM.

Prabowo Sebut Belanja Alutsista Rp1,7 Kuadriliun Instruksi Jokowi

Menhan Prabowo Subianto menyebut Jokowi punya grand design pengadaan alutsista dengan perhitungan hingga 25 tahun untuk diwujudkan.