PUNGLI JOGJA : Hindari Pungli, PKS Dorong Penerapan Pajak Online

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Pungli Jogja didorong untuk diantisipasi melalui pajak online

Harianjogja.com, JOGJA-Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong Pemerintah Kota Jogja untuk menerapkan sistem pembayaran pajak daerah di semua obyek pajak melalui online atau e-tax payment. Hal itu untuk mengindari terjadinya kebocoran sektor peneriman pjak dan retribusi daerah.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Dorongan itu disampaikan Sekretaris Fraksi PKS, Bambang Anjar Jalumurti dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja, Jumat (11/11/2016).

“Mengingat belum optimalnya pendapatan daerah seakan terus terulang dari tahun ke tahun,” kata Bambang.

Bambang mengungkapkan total pendapatan daerah Kota Jogja 2017 mendatang di target Rp1,498 triliun. Dari jumlah itu Rp510 di antaranya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau hanya sekitar 34 persennya. Menurutnya, selama ini PAD masih dibawah 40 persen dari tahun ke tahun dari total pendapatan.

Anggota Fraksi PKS, Dwi Budi Utomo menambahkan kondisi pendapatan PAD tidak sesuai dengan fakta bahwa jumlah obyek pajak terus bertambah, terutama dari sektor perhotelan dan restauran. “Hotel makin banyak tapi PADnya kok sedikit,” kata dia.

Bersambung halaman 2


Dwi mengaku sudah mendapat klarifikasi langsung dari kepala Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Jogja memang sudah ada beberapa yang menerapkan pembayaran pajak secara online, namun sebagian besar belum bisa dilakukan karena kendala teknis, seperti obyek pajak tidak memiliki komputer dan ada juga yang mengaku di Jogja hanya cabang sehingga belum bisa maksimal.

Menurutnya, alasan-alasan pengelola hotel itu tidak masuk akal, “Kalau sudah usaha disini [Kota Jogja], siapapun pemilik hotelnya harus bayar pajaknya ke Pemerintah Kota Jogja,” tegas dia.

Dwi berharap PAD ada peningkatan PAD kota Jogja karena tingginya pendapatan menunjukan kemandirian daerah dan hasil dari pajak itu juga untuk pembangunan masyarakat.

Sementara, Pelaksana tugas Wali Kota Jogja, Sulistiyo mengapresiasi atas masukan PKS tersebut. Ia menegaskan kedepan pihaknya memang menginginkan semua proses pelayanan termasuk pembayaran pajak dilakukan melalui online agar mengurangi bertemunya pembayar pajak dengan petugas pelayanan di Pemerintah Kota Jogja.

“Saya kira ini masukan bagus, sejalan dengan upaya pemerintah untuk memberantas pungutan liar,” katanya.

Dalam rancangan APBD 2017, anggaran belanja daerah Rp1,637 triliun, meliputi belanja langsung sebesar Rp954 miliar dan belanja tidak langsung Rp683 miliar. Dibanding pendapatan, APBD 2017 terjadi defisit Rp139,7 miliar. Defisit itu rencananya akan ditutup oleh penerimaan pembiayaan senilai Rp144 miliar.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

+ PLUS Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

Urusan kerusakan lingkungan di Indonesia sebenarnya telah menjadi masalah sangat serius. Isu ini sebenarnya bagian dari domain politik. Kerusakan lingkungan adalah buah dari kebijakan dan politik.

Berita Terkini

Festival 1.000 Tenda Kaldera, Promosi Wisata Baru di Tepi Danau Toba

Memperkenalkan Desa Meat sebagai destinasi wisata baru yang menawarkan keindahan alam Danau Toba serta menggerakkan perekonomian desa melalui pariwisata

Begini Cara Jadi Aspri Hotman Paris, Berminat Daftar?

Cara menjadi aspri Hotman Paris sebetulnya mudah asalkan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan sang pengacara nyentrik tersebut. 

Mau Keliling Soloraya Naik Bus Wisata Solo? Segini Tarifnya

Tarif menyewa bus wisata Dishub Solo untuk berwisata keliling Soloraya ternyata cukup ramah di kantong.

Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

Urusan kerusakan lingkungan di Indonesia sebenarnya telah menjadi masalah sangat serius. Isu ini sebenarnya bagian dari domain politik. Kerusakan lingkungan adalah buah dari kebijakan dan politik.

Bus Rombongan Guru SD Masuk Jurang di Tasikmalaya, 3 Meninggal 1 Hilang

Bus terperosok ke jurang sedalam 10 meter

Kronologi Bus Tabrak Warung di Tawangmangu: Rem Blong dari Magetan

Kronologi kecelakaan bus tabrak warung di Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu (25/6/2022) terjadi akibat rem blong sejak dari Magetan, Jawa Timur.

Transformasi Sunda Kelapa Jadi Jayakarta, Batavia Lalu Berganti Jakarta

Sebelum bernama Jakarta, kota ini memiliki beberapa penyebutan seperti Sunda Kelapa, Jayakarta hingga Batavia.

CFD Semarang Kembali Dibuka, Inilah 10 Ruas Jalan Ditutup

CFD kembali dibuka di Kota Semarang setelah sebelumnya ditutup sejak pandemi Covid-19, Minggu (26/6/2022). 

Ini Daftar Pemain Lokal Termahal PSIS Semarang

Berikut daftar pemain lokal atau dalam negeri di skuat PSIS Semarang yang memiliki nilai pasar tertinggi atau termahal.

Survei Pilpres 2024: Anies, Ganjar & Prabowo Kandidat Kuat Capres

Berdasarkan hasil survei, nama Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, menjadi kandidat terkuat maju sebagai capres dalam Pilpres 2024.

Gaji ke-13 Segera Cair Lur, DPRD dan PPPK Karanganyar Juga Dapat

Komponen gaji ke-13 adalah gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan beras, dan tunjangan PPh, tanpa potongan.

Kecelakaan di Sukoharjo Tinggi, Sopir Ambulans Dibekali PPGD, Apa Itu?

Ketua umum Forum Ambulans Sukoharjo Bersatu (FAST), Wirawan Setiadi, mengatakan perlunya pengemudi ambulans mengetahui penanganan korban lakalantas dengan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).

Begini Kronologi Pegowes Asal Solo Meninggal di Karangpandan

Korban meninggal dunia diduga mengalami serangan jantung.

Nenek Hilang Diduga Hanyut di Sungai Mungkung Sragen, Ini Ciri-Cirinya

Ini ciri-ciri nenek-nenek yang hilang diduga hanyut di Sungai Mungkung Sragen.

Diduga Terjatuh di Sungai, Nenek Berusia 95 Tahun Asal Sragen Hilang

Nenek-nenek diduga terjatuh ke Sungai Mungkung.