Suasana rest area KM 575 B ruas tol Ngawi-Solo, Selasa (28/5/2019). (Antara-Sri Muryono)

Madiunpos.com, SURABAYA -- Puncak arus mudik di tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Jawa Timur, diprediksi terjadi pada Minggu (2/6/2019) atau H-3 Lebaran. PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan pada hari itu terjadi kenaikan arus lalu lintas sebesar 266 persen atau mencapai 22.994 kendaraan transaksi di gardu tol, dari arus normal 6.281 kendaraan.

Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Iwan Moedyarno mengatakan potensi kepadatan di sejumlah titik juga akan terjadi pada puncak arus mudik itu, masing-masing di Gerbang Tol (GT) Madiun, GT Nganjuk, Tempat Istirahat (TI) atau Rest Area 626 A, 626 B, 597 A, 597 B, dan 640 A/B Fungsional.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, kata dia, Jasa Marga akan mempercepat distribusi informasi melalui lima VMS, 65 video pemantau CCTV, Twitter, dan Call Center di 08113373301.

"Kami juga menyiapkan layanan top up kartu elektronik di Rest Area 597 A/B dan 626 A/B serta GT Madiun. Bila terjadi antrean panjang di gerbang tol, kami mengubah gardu masuk menjadi gardu keluar serta mengoperasikan mobile reader," kata Iwan dalam keterangan persnya di Surabaya, Selasa (28/5/2019).

Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, kata Iwan, memiliki enam rest area (2 di antarannya masih fungsional) yang memiliki layanan kesehatan gratis saat mudik nanti, ditambah kapasitas toilet menjadi masing-masing 12 bilik wanita, 6 bilik pria dan 9 urinoir, serta toilet difabel.

"Jalan tol ini diprediksi akan menjadi titik jenuh oleh sebagian pengemudi karena telah menempuh jarak yang jauh," katanya.

Iwan mengatakan faktor keselamatan akan menjadi perhatian ekstra dan pihaknya telah menambah warning light (flip flop), LED biru (dummy spesifikasi PJR) dengan tambahan guardrail, serta memasang rumble stripe sebelum rest area dan di jalur utama di lokasi blank spot.

Manager PT Jasa Marga Surabaya Mojokerto (JSM) yang mengelola Jalan Tol Surabaya-Mojokerto, Erpan Afandi, mengatakan untuk wilayah prediksi titik rawan kepadatan ada di GT Waru Gunung.

Sebagai antisipasinya, kata dia, akan menambah gardu operasi di GT Waru Gunung yang merupakan GT barrier (utama) di cluster 3 (Banyumanik-Waru Gunung), sehingga total GT Waru Gunung akan memiliki 10 gardu entrance dan 11 gardu exit.

Selain itu, kata Erpan, PT JSM juga memanfaatkan 14 unit mobile reader, menambah lokasi top up tunai di GT, menyediakan layanan gerak oleh perbankan di Rest Area 725 A dan B dan di GT, serta penjualan uang elektronik.

"Tak ketinggalan, kami juga akan menurunkan tambahan personel untuk pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan," katanya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten