Puluhan Tahun Ndompleng, 5 Keluarga di Colomadu Ini Akhirnya Bisa Pasang Listrik Sendiri
Kades Bolon, Mulyanto, berbincang dengan warga Pulorejo RT 004/RW 006, Temuran, Bolon, Colomadu, Karanganyar, yang baru memasang instalasi listrik, Rabu (19/2/2020). (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Lima keluarga warga Pulorejo RT 004/RW 006, Temuran, Bolon, Colomadu, Karanganyar, akhirnya bisa memasang instalasi listrik sendiri.

Sebelumnya, mereka hanya bisa merasakan manfaat listrik dengan mendompleng ke rumah warga lain yang sudah memiliki instalasi listrik.

Diapit dua bendungan, Tambak Bandung dan Bendung Tritis, Pulorejo jadi satu-satunya wilayah di Bolon, Colomadu, yang belum dipasangi jaringan listrik hingga akhir 2019 lalu.

Sadis! Siswi SMP di Brebes Disekap dan Dipaksa Threesome Bareng Tetangga

Hal ini lantaran pengajuan Pemerintah Desa Bolon untuk pemasangan instalasi listrik di daerah itu selalu ditolak oleh PLN. Alasannya biaya dan pemasukan tidak sesuai.

Total penduduk di tempat tersebut hanya sebanyak enam keluarga. Salah satu warga, Sutris, 50, menjelaskan sejak lahir, baru kali ini merasakan punya listrik sendiri.

Selama 30 tahun lebih, dia selalu iri melihat wilayah di seberang bendung terang benderang ketika malam. Sementara wilayahnya hanya disinari lampu tintir atau petromaks.

Diundang ILC, Prof Suteki Tuding Kepala BPIP Yudian Wahyudi Menodai Agama

Awal 2000, dia memasang instalasi listrik untuk digunakan bersama warga lainnya di tempat tersebut. Itu pun meteran listriknya tidak di rumah, tapi di seberang jembatan.

"Kami ngolor kabel dan disambung ke rumah-rumah. Kurang lebih jarak meteran listrik dengan rumah ya sekitar 100 meter lebih,” terang dia.

Permasalahan selalu muncul ketika semua warga menggunakan listrik bersamaan dan meteran listrik selalu njeglek.

Sutris yang harus mondar-mandir sejauh 100 meter untuk mengembalikan sakelar di meteran ke posisi On.

PDIP Umumkan Rekomendasi 12 Paslon untuk Pilkada Jateng

Untuk membayar tagihan listrik itu, warga iuran ke Sutris senilai Rp50.000 hingga Rp100.000 setiap bulannya.

Namun, saat ini kondisinya sudah berbeda. Pada November 2019, permohonan warga untuk memiliki meteran listrik sendiri sudah direalisasikan oleh PLN.

“Sekarang pastinya senang karena sudah ada listrik. Dulu kan iuran, tapi sekarang sudah bisa menggunakan sendiri,” ucap dia.

Kades Bolon, Mulyanto, membenarkan permohonan pemasangan listrik di RT 004/ RW 006 ke PLN dulu selalu ditolak.

Janda Sragen Diteriaki Maling dan Ditempeleng, Pemerintah Kecamatan Turun Tangan

Kini, dengan pemasangan jaringan listrik di wilayah tersebut, permasalahan pemerataan listrik di wilayahnya tuntas.

Mulyanto mengatakan dulu pengajuan susah dipenuhi karena permasalahan kuota. Soalnya hanya enam keluarga di wilayah itu.

"Mungkin PLN merasa biaya tidak sesuai. Tapi tidak tahu, tahun kemarin ada kelonggaran dan akhirnya dipasang juga. PR kami sudah tuntas untuk listrik akhirnya,” ucap dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho