Pekerja menyelesaikan perbaikan atap bangunan pagongan bangsal utara kompleks Masjid Agung Keraton Solo, Senin (8/7/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Bangsal Pagongan yang merupakan tempat meletakkan gamelan sekaten di https://soloraya.solopos.com/read/20190531/489/995871/tempuh-puluhan-kilometer-demi-mencari-berkah-iktikaf-di-masjid-agung-solo" title="Tempuh Puluhan Kilometer demi Mencari Berkah Iktikaf di Masjid Agung Solo">Masjid Agung Keraton Solo akhirnya direnovasi setelah kurang lebih 34 tahun tidak tersentuh perawatan.

Perbaikan tersebut terutama pada bagian atap dan kayu yang keropos. Anggaran untuk perbaikan ini mencapai Rp450 juta.

Arkeolog pendamping perbaikan, Hareza Eko Prihantoro, mengatakan sebelum diperbaiki terlebih dulu dilakukan pengkajian lapisan budaya masa lalu di Pagongan selama dua bulan. Pengkajian diawasi petugas dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Berdasarkan pengkajian tersebut akhirnya disepakati untuk perbaikan di sisi atap (sirap) serta kayu dudur dan belandar.

“Kami menemukan beberapa kayu di dudur dan belandar yang keropos. Kami mengkaji dua Pagongan di https://soloraya.solopos.com/read/20190410/489/984278/foto-masjid-taman-sriwedari-solo-dihiasi-menara-114-meter" title="Foto Masjid Taman Sriwedari Solo Dihiasi Menara 114 Meter">Masjid Agung Solo. Dari pengkajian yang kami lakukan kayu yang keropos tersebut membuat antarbelandar tidak menyatu,” jelasnya saat ditemui Solopos.com di sela-sela perbaikan, Senin (8/7/2019).

Menurut Hareza, penyebab rusaknya kayu di Pagongan Masjid Agung Solo lantaran air merembes melalui atap. Hal tersebut terus berlangsung sejak 1985 hingga saat ini sehingga menyebabkan bibir kayu keropos.

“Oleh karena itu perbaikan dilakukan di sisi atap dan memperbaiki kayu yang sudah terlanjur rusak. Kami juga berdasarkan kesepakatan memutuskan untuk mengganti kayu sesuai yang ada sebelumnya untuk menghindari kesalahan sejarah. Kayu yang digunakan untuk mengganti diputuskan menggunakan jenis ulin,” imbuh dia.

Selain itu, seluruh atap kayu juga diganti dengan kayu ulin baru. Kayu yang digunakan memiliki ketebalan satu sentimeter. Total perbaikan Pagongan memakan anggaran Rp450 juta.

“Kami juga memperbaiki di lantai bagian utara lantaran kami lihat ada naik turun lantainya. Kami akan melakukan pembongkaran parsial dan mengisinya dengan pasir untuk menyesuaikan level tanahnya,” beber dia.

Pengurus Bagian Rumah Tangga https://soloraya.solopos.com/read/20181203/489/956543/naskah-kuno-perpustakaan-masjid-agung-solo-disimpan-di-kardus" title="Naskah Kuno Perpustakaan Masjid Agung Solo Disimpan di Kardus">Masjid Agung Solo, Mustakim, mengatakan proses perbaikan Pagongan ditarget selesai dalam 120 hari. Pengerjaan sudah dimulai sejak bulan lalu.

“Memang sudah waktunya direnovasi karena tidak pernah tersentuh perbaikan sejak 1985. Targetnya 120 hari dikerjakan oleh Dinas PUPR Solo. Ini berbeda dengan pilar yang dianggarkan BPCB Jateng,” kata dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten