Kompleks Perumahan Gedongan Baru Satria Graha Desa Gedongan, Colomadu, Karanganyar, tergenang banjir, Kamis (4/4/2019). (Solopos/Burhan Aris Nugraha)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sekitar 30 rumah di kompleks Perumahan Gedongan Baru Satria Graha Desa Gedongan, Colomadu, Karanganyar, tergenang banjir, Kamis (4/4/2019).

Banjir terjadi diduga akibat saluran irigasi di tepi Jl. Adi Soemarmo tak mampu menampung air hujan sehingga meluber ke sawah dan menerobos ke perumahan. “Banjir mulai ketahuan sekitar pukul 04.00 WIB. Ketika itu hujan turun lebat sejak Rabu [3/4/2019] sore,” ujar salah seorang warga Perumahan Gedongan Baru Satria Graha, Jumadi, ketika ditemui di kompleks perumahan setempat, Kamis.

Menurut dia, air sempat masuk ke sejumlah rumah di perumahan itu hingga kedalaman sekitar 30 sentimeter. Akibatnya warga bergegas menyelamatkan beberapa barang elektronik seperti pesawat televisi, almari es, mesin cuci, dan sebagainya ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu salah seorang warga lainnya, Sulaiman, berharap pihak terkait segera mencarikan solusi guna mengatasi banjir. Dia menjelaskan pada 2019 ini wilayahnya sudah dua kali kebanjiran. Namun banjir kali ini lebih besar dibanding banjir pertama lalu.

“Ini sekarang warga masih membersihkan rumah masing-masing. Karena air memang masuk ke rumah sehingga airnya sekalian digunakan untuk membersihkan lantai,” ujar dia.

Selain masuk ke kompleks perumahan, air juga menggenangi sebagian jalan yang menghubungkan Desa Gedongan dan Desa Klodran. Akibatnya kendaraan yang melintas di kawasan tersebut harus ekstra hati-hati.

“Tadi pagi ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter sehingga banyak yang tidak berani melintas karena takut mogok,” ujar salah seorang perangkat Desa Klodran, Galieh Pradiatmo, ketika ditemui terpisah di Klodran.

Menurut dia, air yang menggenangi sebagian jalan di perbatasan Gedongan dan Klodran akibat luapan Kali Ngluang. Kali yang melintasi Desa Gedongan dan Klodran ini tak mampu menampung air hujan sehingga meluber ke jalan di Klodran dan meluber ke salah satu kompleks perumahan di Gedongan.

Pada bagian lain Camat Colomadu, Yophy Eko Jatiwibowo mengatakan banjir di sebagian wilayahnya terjadi karena beberapa sebab, di antaranya buruknya drainase di beberapa tempat di Colomadu.

Buruknya drainase membuat air hujan tak tertampung dan meluber. “Kalau banjir kali ini terjadi, mungkin karena elevasi air Kali Pepe tinggi sehingga laju air dari kali-kali di desa mungkin terhambat masuk,” ujar dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten