Puluhan Ribu Ton Pupuk Organik di Sragen Menghilang, POC Tinggal 20 Liter

Alokasi pupuk NPK bersubsidi di Kabupaten Sragen bertambah 8.180 ton pada September 2022.

 Pembuatan pupuk padat dari limbah kotoran sapi oleh Kelompok Tani Pangudi Bogo, Desa Dlingo Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Senin (5/9/2022). Pupuk organik pilihan solusi petani jika terlalu mahal beli pupuk nonsubsidi. (Solopos.com/Nova Malinda).

SOLOPOS.COM - Pembuatan pupuk padat dari limbah kotoran sapi oleh Kelompok Tani Pangudi Bogo, Desa Dlingo Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Senin (5/9/2022). Pupuk organik pilihan solusi petani jika terlalu mahal beli pupuk nonsubsidi. (Solopos.com/Nova Malinda).

Solopos.com, SRAGEN—Alokasi pupuk NPK bersubsidi di Kabupaten Sragen bertambah 8.180 ton pada September 2022.

Sementara dua jenis pupuk organik bersubsidi mendadak hilang dari peredaran. Padahal pada alokasi kedua masih muncul 33.242 ton untuk pupuk organik granul (POG) mendadak tinggal 9.175 ton. Demikian pula untuk pupuk organik cair (POC) dari 448 liter tinggal 20 liter.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan & KP) Sragen, Herta Wulandari, didampingi Penyuluh Pertanian Ahli Muda Binda Prasarana dan Sarana Pertanian Distan & KP Sragen, Mochtar Arifin, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (27/9/2022), menerangkan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 10/2022 itu memang tidak hanya ZA dan SP-36 yang hilang, tetapi pupuk organik juga hilang.

Dia menjelaskan pada surat keputusan (SK) terakhir untuk POC muncul 20 liter dan POG masih muncul angka 9.175 ton itu merupakan pupuk organik yang sudah tersalurkan ke petani sebelum terbitnya Permentan tersebut.

Demikian pula adanya alokasi untuk ZA sebanyak 370 ton itu juga pupuk yang sudah tersalurkan sejak Januari.

“Alokasi sekarang merupakan alokasi kali ketiga sejak Januari-September. Pada alokasi ketiga itu, kami mendapatkan tambahan NPK sebanyak 8.180 ton, yakni dari alokasi kedua sebanyak 15.643 ton menjadi 23.823 ton. Kendati NPK ada tambahan alokasi tetapi bila dibandingkan dengan usulan dalam elektronik rencana definistif kebutuhan kelompok (e-RDKK) ternyata baru 52,4% dari 45.434 ton,” jelas Herta.

Dia menerangkan untuk pupuk bersubsidi jenis urea tidak bertambah, yakni masih tetap 30.914 ton atau hanya 74,8% dari total kebutuhan dalam e-RDKK sebanyak 41.329 ton.

Dia menerangkan selama ini memang alokasi itu masih jauh dari usulan kebutuhan. Dia mengatakan kondisi stok pupuk sekarang untuk urea masih cukup untuk satu musim tanam ke depan.

Namun, untuk kebutuhan NPK, kata dia, hampir habis dan dengan tambahan yang ada maka tinggal 13.629 ton sehingga cukup untuk satu musim ke depan dengan catatan pemupukan dilakukan secara berimbang.

Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tanon, Muh. Arif, mengungkapkan petani Sragen menjerit dengan adanya pupuk bersubsidi yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Dia mengatakan untuk lahan sawah 1.000 meter persegi hanya mendapatkan jatah urea 20 kg dan NPK 7 kg.

Dia mengeluh dengan rendahnya jatah pupuk itu ternyata kandungan NPK juga dikurangi.

“Kami heran ini jelas tidak efektif untuk pemupukan. Saya heran lagi ketika ada pupuk berlabel bersubsidi tetapi harganya kok mahal,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Sragen, Cosmas Edwi Yunanto, mengatakan terkait dengan adanya label kemasan pupuk bersubsidi tetapi dijual dengan harga nonsubsidi supaya difoto dan dilaporkan ke Diskumindag Sragen.

Dia mengatakan selama ini Diskumindag bersama Satgas Polres Sragen melakukan pengawasan rutin bersama-sama.

“Kalau ada pihak yang berbuat tidak benar, sembunyi-sembunyi. Maka kalau ada yang mengetahui segera diinformasikan ke kami dan kami akan menindaklanjutinya,” ujarnya.

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pantai Sembukan Wonogiri, Tempat Pertemuan Ratu Kidul dan Panembahan Senapati

      Pada malam-malam tertentu, pantai yang terletak di Wonogiri selatan itu acap didatangi orang dari berbagai daerah. Mereka melakukan ritual tertentu untuk meminta keberkahan.

      Jajal Jalur Kirab Kaesang-Erina, 3 Menteri Naik Kereta Kencana di Jalur CFD

      rombongan kirab sampai di depan Hotel Dana Solo. Sejumlah orang membentuk barisan berjalan dari barat ke timur. Di belakangnya ada kereta kencana. Satu kereta ditarik dua kuda. Tampak Menteri BUMN Erick Thohir mengenakan kemeja biru maroon dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengenakan pakaian biru muda.

      Kapolres Sukoharjo Gandeng Komunitas Seni Jaga Kamtibmas dan Kerukunan Warga

      Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengungkapkan komunitas seni merupakan salah satu komunitas yang harus disentuh oleh kepolisian. Mengingat banyak sekali masyarakat yang berpartisipasi dalam bidang seni.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 27 November 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Minggu (27/11/2022), bisa disimak di sini.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 27 November 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Minggu (27/11/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Masjid di Ngawen Klaten Kokoh Berdiri Sendiri di Tengah Proyek Tol Solo-Jogja

      Nilai UGR yang bakal diterima untuk pembebasan bangunan masjid itu senilai Rp822 juta. Sesuai aturan, UGR yang diterima harus digunakan untuk membangun masjid.

      Pemkab Klaten Buka Lowongan 8 Jabatan Eselon II, Terbuka untuk ASN di Jateng

      Proses seleksi dilakukan oleh panitia seleksi (Pansel). Tim tersebut terdiri atas dua orang internal atau dari Pemkab Klaten dan tiga orang eksternal atau akademisi.

      Stok Kosong, Dinkes Boyolali Putar Otak Cari Vaksin Covid-19

      Puskesmas yang diinformasikan bisa melayani vaksinasi Covid-19 pada Sabtu (26/11/2022) antara lain Puskesmas Sambi, Simo, Sawit, Banyudono I, Gladagsari, Boyolali I, dan Boyolali II.

      Agenda Solo Hari Ini: Ada Padi Reborn di Lokananta hingga Pengajian Akbar NU

      Agenda Solo hari ini, Minggu (27/11/2022), cukup padat dengan Lokananta Reload yang menghadirkan Padi Reborn serta pengajian akbar Hari Santri Nasional di Pura Mangkunegaran.

      Duh. 25 Water Barrier di Jalan-Jalan Karanganyar Hilang Dicuri

      Biasanya akibat pencurian ini diketahui saat akan dilakukan pengecekan sarana atau pada saat akan digunakan untuk pengaturan arus lalu lintas.

      Sidak Konser Dewa 19 di Edutorium UMS, Anggota DPRD Solo Kecewa

      Saat sidak konser Dewa-19, anggota DPRD Solo menemukan belum diterapkannya sistem porporasi elektronik atau digital oleh Bapenda Solo.

      Sukoharjo Berawan Tebal sejak Minggu Pagi, Ini Prakiraan Cuaca Lengkapnya

      Menurut prakiraan cuaca BMKG, Kabupaten Sukoharjo berawan tebal sejak pagi hari, Minggu (27/11/2022).

      Boyolali Hujan sejak Pagi Hari, Cek Prakiraan Cuaca Lengkapnya Menurut BMKG

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini diprediksi hujan sejak pagi hari, Minggu (27/11/2022).

      Hujan Minggu Malam, Simak Prakiraan Cuaca Solo 27 November

      Minggu (27/11/2022) siang hingga malam ini Solo diperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang menurut prakiraan cuaca BMKG.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 27 November 2022, Cukup Bersahabat

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Minggu (27/11/2022), bisa Anda simak di sini.