Telaga Ngebel Ponorogo. (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MAGETAN -- Puluhan penerbang tempur TNI Angkatan Udara akan melaksanakan jungle survival dan sea survival di Telaga Negebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Latihan pertahanan hidup di hutan rencananya dilaksanakan selama dua hari, Kamis-Jumat (21-22/2/2019).

Komandan Lanud (Danlanud) Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra mengatakan survival dasar mutlak diperlukan bagi setiap penerbang tempur sebagai bekal untuk melaksanakan operasi penerbangan yang penuh dengan risiko. Apalagi penerbang tempur menjadi sasaran dalam setiap medan pertempuran.

"Untuk itu setiap penerbang mutlak mempunyai kemampuan SERE atau kepanjangan dari survival (bertahan hidup), evasion (penghindaran), resistance (perlawanan), dan escape (melarikan diri)," kata Danlanud kepada wartawan, Selasa (19/2/2019).

Widyargo Ikoputra menyampaikan latihan survival diikuti 40 pilot dan lima ground crew. Tujuannya untuk menyegarkan kembali dan mempersiapkan fisik maupun mental para penerbang agar mampu menghadapi keadaan darurat baik di darat maupun di laut.

“Hal tersebut sebagai upaya untuk menyelamatkan diri pada saat mengalami musibah dalam melaksanakan misi penerbangan, sehingga para peserta mampu mengenali berbagai bentuk ancaman rintangan serta dapat bertahan hidup dengan memanfaatkan medan yang ada dan selanjutnya mampu mencari tempat yang aman, dan mudah dilihat pasukan kawan guna mendapatkan pertolongan," ungkap Marsma TNI Ikoputra.

Dia berharap seluruh peserta latihan survival ini bisa maksimal dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ketentuan dan perintah yang diberikan para pelatih untuk bisa dijalankan dengan baik.

Sebelum berlatih di medan hutan, para penerbang juga mendapatkan materi tentang pengenalan parasut, macam-macam ceratan, teknik mendirikan tenda, pengenalan toolkit, pelampung, kompas, hoist, tanaman, dan binatang. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten