Puluhan pos ronda diduga mangkrak

Solo (Espos)--Puluhan pos ronda di sejumlah kelurahan di Solo mangkrak. Sejumlah kalangan menyebut kondisi itu sulit dihindari, lantaran adanya perubahan di tengah masyarakat.

Pantauan Espos, di sejumlah lokasi, belum lama ini, bangunan pos ronda masih dalam kondisi baik. Namun, sebagian besar dalam kondisi kosong, tidak ada aktivitas apapun. Anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Gilingan, Sukamto mengatakan dari seratusan pos ronda di Kelurahan Gilingan, hanya sekitar 25% yang aktif digunakan. Kondisi itu membuat puluhan pos ronda mangkrak.

"Di Gilingan ada 112 RT, sebagian besar punya pos ronda. Tapi kalau yang aktif, memang tidak banyak. Alasan tidak aktifnya pun macam-macam, terutama karena warga yang biasanya jadi penggerak, pindah atau sudah tidak aktif lagi. Mulai banyak pos ronda tidak aktif ya sudah beberapa tahun terakhir," ungkap Sukamto, saat ditemui Espos, di Kantor Kelurahan Gilingan, Jumat (29/5).

Selain lantaran ketidakaktifan warga, menurutnya banyak alasan yang mendasari warga menghentikan aktivitas ronda setiap malam. Alasan itu didasari terjadinya perubahan di tengah masyarakat. Di antaranya, lanjut Sukamto, lingkungan sudah dianggap aman, adanya kejenuhan di tengah masyarakat dan kesibukan masing-masing warga yang membuat warga lain terpengaruh, sehingga akhirnya menyepakati menghentikan kegiatan tersebut.

Kendati demikinan, dia menambahkan, warga umumnya memulai jaga malam jika dibutuhkan. Misalnya, kata dia, saat ada kegiatan besar di kampung. Sukamto juga menyebut, proposal dana pembangunan kelurahan (DPK) Gilingan tahun 2009 digunakan untuk pendataan dan pemetaan kondisi di RT/RW se-Gilingan. Dalam pendataan tersebut akan tampak berapa data riil pos ronda yang tidak digunakan.

tsa



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom