Puluhan PKL Eks Sunday Market Manahan Solo Pindah Ke CFD Karanganyar
PKL eks Sunday Market, Marsial Ujang, 53, berpose di depan lapaknya di area CFD Karanyanyar, Minggu (23/9/2018). (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebagian pedagang kaki lima (PKL) eks Sunday Market Manahan Solo memutuskan pindah berjualan di area car free day (CFD) Karanganyar. Sunday Market Manahan dibubarkan Pemkot Solo sejak 9 September lalu karena kawasan stadion tersebut akan direvitalisasi.

Seorang bekas PKL Sunday Market, Masrial Ujang, 53, menyebut sedikitnya sudah ada 30 PKL eks Sunday Market Manahan yang selama dua pekan terakhir pindah berjualan di seputaran Alun-Alun Karanganyar.

Para PKL tersebut menggelar lapak di lokasi kosong seputaran Alun-Alun Karanganyar. Dia menyampaikan alasan dirinya memilih pindah ke area CFD Karangayar karena bisa berjualan hingga pukul 11.00 WIB.

Hal itu berbeda jika PKL memutuskan pindah di area CFD Jl. Slamet Riyadi, Jl. Ir. Juanda, maupun halaman parkir Galabo Solo yang hanya diperbolehkan berjualan hingga pukul 09.00 WIB.

“Sementara saya hitung ada 30-an orang [PKL eks Sunday Market ] yang pindah ke Karanganyar. Saya rasa PKL lain juga punya alasan yang sama dengan saya, kenapa memilih pindah ke Karanganyar? Kami ke luar kota karena bisa berjualan hingga siang, tidak seperti di CFD Solo,” kata Ujang saat dihubungi Solopos.com, Minggu (23/9/2018).

Ujang mengatakan kehadiran PKL eks Sunday Market Manahan di seputaran Alun-Alun Karanganyar tidak ditolak PKL lama di CFD Karanganyar maupun petugas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

Menurut dia, bekas PKL Sunday Market maupun PKL baru boleh saja berjualan di seputaran Alun-Alun Karanganyar setiap Minggu pagi hingga siang asal tidak menyerobot tempat berjualan PKL lama dan bersedia membayar retribusi.

Menurut dia, para PKL Sunday Maket sementara hanya ditarik uang kebersihan Rp1.000/orang ketika berjualan di area CFD Karanganyar. Nominal itu jauh lebih kecil ketimbang di Gelora Manahan setiap kali digelar Sunday Market di mana PKL ditarik retribusi lapak Rp2.500/meter persegi.

“Sementara kami yang baru pindah berjualan di Karanganyar hanya ditarik uang kebersihan senilai Rp1.000/orang/sekali berjualan. Kemungkinan besar kami masih akan ditarik uang lagi untuk reribusi lapak. Tapi nominalnya kami belum tahu berapa,” ujar Ujang.

Meski telah pindah berjualan di area CFD Karanganyar, Ujang tetap berharap kegiatan Sunday Market Manahan tidak dibubarkan selamanya. Dia ingin Pemkot kembali menggelar Sunday Market setidaknya setelah masa pengerjaan proyek revitalisasi dan pengembangan Stadion Manahan.

Ujang menuturkan penyelenggaraan Sunday Market di Gelora Manahan sangat membantu perekonomian para PKL. Dia membeberkan omzet yang bisa dia peroleh ketika berjualan di Sunday Market Manahan bisa lebih besar 10 kali lipat dibanding omzet saat awal-awal berjualan di area CFD Karanganyar seperti sekarang ini.

“Omzet yang diperoleh di sini [area CFD Karanganyar] tidak ada apa-apanya dibanding di Manahan. Umpamanya di Sunday Market bisa Rp2 juta hingga Rp2,5 juta/hari, di Karaganyar saya ini hanya bisa memperoleh Rp200.000 sampai Rp300.000/hari. Jauh kan selisihnya? Maka dari itu sayang sekali jika Sunday Market Manahan benar-benar jadi ditutup,” jelas Ujang.

Ketua Paguyuban PKL CFD Jl. Ir. Juanda, Agus Suranto, menyebut pada Minggu ini, tak banyak PKL baru yang terlihat berjualan di area CFD Jl. Ir. Juanda. Dia meyakini para PKL eks Sunday Market lebih memilih pindah berjualan di area CFD Jl. Slamet Riyadi maupun halaman parkir Galabo.

Bekas PKL Sunday Market diyakini tidak memilih pindah berjualan ke area CFD Jl. Ir. Juanda karena relatif kondisinya lebih sepi. Berdasarkan informasi yang dia peroleh, Agus menyebut beberapa eks PKL Sunday Market juga lebih memilih pindah ke area CFD Karanganyar.

“Saya punya banyak kenalan PKL Sunday Market. Beberapa dari mereka mengaku sudah pindah berjualan di CFD Karanganyar. Banyak PKL Sunday Market yang saya kenal menyampaikan alasan tidak memilih pindah ke CFD Jl. Ir. Juanda karena tidak terlalu ramai pengunjungnya. Selain itu CFD Jl. Ir. Juanda juga sering bubar lebih awal,” terang Agus.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom