Peserta workshop seni instalasi bambu sedang membuat benda seni dari bambu di Dungus Forest Park, Sabtu (30/11/2019). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Puluhan pengurus kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dari berbagai desa wisata di Kabupaten Madiun mengikuti workshop pemanfaatan bambu untuk instalasi seni. Diharapkan para pengurus Pokdarwis ini bisa memanfaatkan bambu untuk kepentingan wisata.

Kepala Bidang Pengembangan Wisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun, Isbani, mengatakan bambu merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Kabupaten Madiun. Namun, pemanfaatannya selama ini hanya sebatas untuk kebutuhan rumah tangga.

Tidak ada yang memanfaatkan bambu menjadi barang seni. Untuk itu, pelatihan ini bertujuan membuka wawasan dan melatih para pelaku pengelola wisata di desa memanfaatkan bambu.

"Bambu kalau dibuat karya seni kan memiliki nilai ekonomi yang mahal. Kami utamanya ingin membuka pikiran para pelaku pengelola wisata untuk lebih menghargai bambu," kata Isbani di lokasi workshop di Dungus Forest Park, Sabtu (30/11/2019).

Isbani menyampaikan pengurus Pokdarwis ini dilatih oleh seniman bambu asal Bali, Agung Budi Raharsa. Kegiatan ini berlangsung sejak Rabu (27/11/2019) sampai Minggu (1/12/2019). Di hari terakhir, seluruh karya para peserta dipamerkan.

Dia menyampaikan salah satu yang diajarkan yakni membuat seni instalasi bambu. Setelah pelatihan ini diharapkan para pengelola wisata desa bisa membuat seni instalasi dari bambu secara mandiri. Setelah itu instalasi bambu itu ditempatkan di masing-masing lokasi wisata yang ada di desa.

"Salah satu tujuannya itu supaya mereka bisa membuat seni instalasi bambu dan nantinya dipasang di lokasi wisata desa. Itu kan akan menjadi daya tarik tersendiri," jelasnya yang menyebut kegiatan ini menelan anggaran Rp160 juta.

Instruktur workshop, Agung Budi Raharsa, menyampaikan salah satu ketrampilan yang diajarkan yaitu pembuatan seni instalasi bambu. Seni instalasi bambu yang diajarkan lebih spesifik untuk wisata.

Dia menuturkan sebagian peserta memang tidak memiliki bekal keahlian membuat kesenian dari bambu. Namun, para peserta ini memiliki keinginan kuat untuk belajar. Sehingga mereka bisa dengan cepat belajar membuat seni instalasi bambu.

"Selama pelatihan, kami juga mengajari mereka bagaimana membuat bambu melengkung dan teknis-teknis pembuatan seni instalasi bambu," jelasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten