Puluhan Kendaraan Menuju ke Hutan Pinus Mangunan Diminta Putar Balik

Puluhan kendaraan yang menuju ke Hutan Pinus di Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY, diminta putar balik karena pemberlakuan penyekatan.

 Suasana di depan pintu masuk objek wisata hutan pinus Mangunan, Dlingo, Bantul, Jumat (3/11/2017). (Santi Afdilah/JIBI/Harian Jogja)

SOLOPOS.COM - Suasana di depan pintu masuk objek wisata hutan pinus Mangunan, Dlingo, Bantul, Jumat (3/11/2017). (Santi Afdilah/JIBI/Harian Jogja)

Solopos.com, BANTUL – Puluhan kendaraan yang hendak ke objek wisata Pinus Sari, Mangunan, Dlingo, Sabtu (18/9/2021) diputar balik oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul. Mereka diputar balikkan karena hanya kendaraan bernomor plat terakhir genap yang boleh datang ke objek wisata tersebut.

“Roda enam yang kami putar balikkan ada sebanyak 4 unit, roda empat sebanyak 14 unit dan roda dua sebanyak 26 unit,” kata Kepala Dishub Bantul Aris Suharyanta, Sabtu (18/9/2021) kepada Harianjogja.com.

Baca juga: Tak Cuma Pacitan, Wonogiri Juga Berpotensi Tsunami Besar

Sementara untuk hari ini [Minggu (19/9/2021)], Aris mengungkapkan, hanya kendaraan bernomor plat terakhir ganjil yang boleh mengunjungi objek wisata Pinus Sari, Mangunan, Dlingo. “Untuk itu kami tetap lakukan penyekatan dan berlakukan ganjil genap,” sambungnya.

Ketua Koperasi Natawono yang mengelola sejumlah objek wisata di Dlingo termasuk Pinus Sari, Purwo Harsono mengatakan, ada peningkatan jumlah pengunjung dalam dua hari terakhir saat penerapan ganjil genap.

Baca juga: Dampak PPKM, Kualitas Udara Kota Jogja Kian Membaik

Jika pada Jumat (17/9/2021) tercatat ada 755 pengunjung, maka pada Sabtu (18/9/2021) pengunjung mengalami peningkatan menjadi 1.356 pengunjung. Jika dilihat dari aturan kuota untuk Pinus Sari, hal ini masih dibawah kuota 25 persen atau 1.900 orang yang diperbolehkan datang ke Pinus Sari.

“Jadi masih dibawah kapasitas yang diperbolehkan. Untuk masalah sinyal, sejauh ini kami sediakan Wifi gratis kepada pengunjung di pintu masuk. Ini membantu persoalan lemahnya sinyal saat pengunjung hendak scan barcode aplikasi PeduliLindungi,” kata Ipung-panggilan Purwo Harsono.


Berita Terkait

Berita Terkini

Hasil Swab PCR, 1 Siswa di Sleman Positif Covid-19

Sesuai kebijakan Bupati Sleman, pembelajaran tatap muka di sekolah siswa yang positif Covid-19 ditutup sementara waktu.

Terungkap! Mahasiswi di Sleman Minum Racun Tikus Gegara Tugas Kuliah

Mahasiswi di Sleman yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos diduga melakukan bunuh diri dengan cara minum racun tikus.

Diduga Minum Racun Tikus, Mahasiswi di Sleman Ditemukan Meninggal

Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Sleman, Yogyakarta diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun tikus.

Siap-Siap! 31 Objek Wisata di Kulonprogo Akan Dibuka, Ini Daftarnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersiap membuka 31 objek wisata andalannya secara terbatas.

Mau ke Pantai di Bantul? Cek Dulu Jadwal Ganjil Genap di Objek Wisata

Pemkab Bantul sudah menerapkan kebijakan ganjil genap kendaraan di sejumlah objek wisata ikonik di Kabupaten Bantul.

Pilu, 4 Tahun Asmara Nani Satai Beracun Digantung Aiptu Tomi

Terdakwa kasus satai beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, pilu mendengar pernyataan Aiptu Tomi, yang hadir sebagai saksi pada persidangan kasus satai beracun di PN Bantul, Kamis (21/10/2021).

Selang 18 Menit, Gempa M 4,8 Guncang Laut Selatan Yogyakarta

Gempa bumi juga terjadi di laut selatan Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (22/10/2021) pukul 09.39 WIB.

Banjir Lahar Merapi Mengintai, BPBD Sleman Tambah Sensor EWS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sleman mewaspadai potensi banjir lahar hujan Merapi saat cuaca ekstrem.

Dorong Pemulihan Ekonomi, 4.500 PKL dan Warung di Bantul Terima Bantuan

Kodim 0729 Bantul menyalurkan bantuan tunai untuk 4.500 PKL dan warung di Kabupaten Bantul pada Rabu (13/10/2021) untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Gunungkidul Tak Ditahan, Kok Bisa?

Seorang pria di Gunungkidul, Yogyakarta ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan terhadap anak tiri hingga hamil.

Duh! Pelaku Perusakan Bus Arema FC Masih di Bawah Umur & Tenggak Miras

Pelaku perusakan bus milik Arema FC di sebuah hotel di Kota Jogja yang diringkus polisi masih di bawah umur dan dipengaruhi minuman keras (miras).

Sambil Menahan Tangis, Ini Pesan Nani Satai Beracun untuk Aiptu Tomi

Terdakwa Satai Beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, menahan tangis sembari menyampaikan terima kasih kepada Aiptu Tomi atas cinta, kasih sayang, tetapi menyimpan kebohongan.

Bus Arema FC Dirusak, Pelaku Bawa Spanduk 'Persebaya Ekstrem'

Bus pemain Arema FC yang terparkir di sebuah hotel di Kota Jogja dirusak sejumlah orang yang diduga oknum Persebaya Surabaya.

Geger! Bayi Laki-Laki dalam Kardus di Teras Panti Asuhan Anak Siapa?

Penghuni Panti Asuhan Yapitu di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul gempar, Rabu (20/10) malam, karena kardus misterius di kursi teras berisi bayi laki-laki.

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Belum Ditetapkan Tersangka, Kok Bisa?

Seorang perempuan menjadi korban kecelakaan tabrak lari di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pelaksanaan PTM Tingkat SMP Di Kulonprogo Sudah 90 Persen

Capaian angka sebesar 90 persen untuk pelaksanaan PTM di level SMP menjadi angin segar dunia pendidikan di Kulonprogo.