Tutup Iklan
Petani menunjukkan areal sawah yang tanahnya retak-retak karena tidak ada air sehingga mengakibatkan puluhan hektare tanaman padi. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, BATANG — Puluhan hektare tanaman padi di lahan persawahan yang tersebar di empat kecamatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah terancam gagal panen atau puso menyusul musim kemarau berpanjangan yang melanda wilayah itu.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang Migayani Thamrin mengatakan sekitar 52 ha tanaman padi milik petani di Kecamatan Limpung, Tersono, Pecalungan, dan Reban yang kini terancam puso. "Status kondisi tanaman padi di wilayah itu memang bisa berisiko gagal panen namun masih ada peluang untuk bisa dipanen, meski tidak maksimal hasilnya," katanya di Batang, Jateng, Sabtu (7/9/2019).

Demi membantu para petani yang tanaman padinya kekurangan air, pemkab sudah menyiapkan pompa yang bisa dipinjam oleh para petani untuk mengairi sawahnya. "Kami berharap para petani tidak mengalami gagal panen sehingga pemkab berupaya memberikan solusi kepada mereka dengan meminjamkan pompa air. Jika memang masih ada sumber air di daerah sekitar itu maka kita siapkan pinjaman pompa namun kalau sudah tidak ada air maka hanya bisa berharap dari turunnya hujan," katanya.

Petani Achmad Ali mengatakan saat ini lahan sawah miliknya terancam kekeringan karena musim kemarau cukup panjang. Para petani, kata dia, saat ini hanya sebagian yang masih mengandalkan sumber mata air yang ada dan debitnya mulai turun. "Saat ini, para petani berusaha mengantisipasi tanaman padi agar tidak puso dengan menyediakan pipa pralon tambahan untuk sarana pengairan yang airnya diambil dari sumber mata air," katanya.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten