Tutup Iklan
Petani menunjukkan areal sawah yang tanahnya retak-retak karena tidak ada air sehingga mengakibatkan puluhan hektare tanaman padi di Pati puso. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, PATI — Puluhan hektare tanaman padi di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengalami puso akibat kekeringan. Selama musim kemarau ini, tanaman padi di lahan pertanian itu tidak mendapatkan suplai air irigasi.

Pardi, salah seorang petani asal Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (30/8/2019), mengakui tanaman padi miliknya yang berusia sekitar 60 hari mengalami puso akibat tidak mendapatkan pasokan air irigasi. Luas lahan tanaman padi miliknya yang mengalami puso, kata dia, seluas 5.000 m2.

Ia mengakui terpaksa tanam pada Musim Tanam III  karena pada musim tanam sebelumnya mengalami puso karena tergenang banjir. Kemudian, kata dia, diulang kembali pada Musim Tanam III yang seharusnya memang untuk ditanami palawija. "Ternyata ketika pada usia 60 hari tidak ada pasokan air irigasi. Sedangkan Sungai Juwana yang selama ini menjadi andalan petani pada bulan ini, ternyata tidak ada airnya," ujar Pardi.

Tanaman padi puso di Desa Jambean Kidul, katanya, tidak hanya miliknya, karena beberapa petani lain juga mengalami hal yang sama. "Informasinya hingga kini sudah ada 50-an hektare tanaman padi yang puso akibat kekeringan," ujarnya.

Akibat puso tersebut, dia mengaku, mengalami kerugian hingga Rp4 juta lebih serta potensi penghasilan hingga belasan juta juga gagal diperoleh.   Mukhlisin, petani lain asal Desa Jambean Kidul mengakui sawahnya tidak sampai puso karena tanam lebih awal sehingga saat sekarang sudah dipanen. Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Jambean Kidul Kamelan membenarkan bahwa tanaman padi di desanya memang banyak yang puso karena tidak ada pasokan air irigasi.

Ia memperkirakan tanaman padi yang puso antara 40 ha-50 ha dan masih memungkinkan bertambah karena hingga sekarang belum ada pasokan air irigasi. "Petani tidak bisa lagi menggantungkan air dari Sungai Juwana karena sudah kering, sedangkan jalan satu-satunya dari saluran Bendungan Logung yang alirannya bisa sampai Jambean Kidul," ujarnya.

Hanya saja, kata dia, upaya meminta bantuan hingga sekarang belum terealisasi sehingga 100 hektare tanaman padi petani yang masih bisa terselamatkan juga berpotensi puso jika tidak mendapatkan suplai air. Usia tanaman padi di desanya itu, antara 50-80 hari sehingga dalam waktu sepekan sudah ada yang siap dipanen.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten