Pulau Sumba NTT Diguncang Rentetan Gempa Bumi,  Ini Analisis BMKG
Ilustrasi gempa bumi. (Detik.com)

Solopos.com, JAKARTA -- Rentetan gempa bumi mengguncang wilayah Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu. Analisis BMKG, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan pada Sabtu pukul 17:17:52 WIB, 17.23.32 WIB dan 17:45:51 WIB wilayah Pulau Sumba-NTT diguncang rentetan gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa magnitudo (M) 5 hingga M 5,5 itu terjadi dengan selisih waktu 5 menit dan 28 menit dari gempa pertama.

"Ketiga episenter tersebut berlokasi di laut pada arah Barat Daya Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT pada kedalaman 10 km," jelas Rahmat dalam keterangan resmi BMKG, Sabtu (8/8/2020).

Ngontel ke Kantor, Wali Kota Salatiga Dicurhati Penyapu Jalan

Rahmat mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Akibat adanya deformasi kerak benua di dasar laut. Hasil analisis mekanisme sumber ketiga gempa tersebut menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Gempa Susulan

Dampak gempa ini, guncangan dirasakan di daerah Tambolaka IV MMI (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Waingapu, dan Waikabubak III-IV MMI. Juga di Labuan Bajo, Bima, Dompu III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Presiden Lebanon Sebut Ledakan Mungkin Serangan Rudal

Rahmat menambahkan, ketiga kejadian gempa ini merupakan rangkaian gempa bumi susulan yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2020 yang lalu. Hingga tanggal 08 Agustus 2020 pukul 18.00 WIB sudah tercatat 112 kejadian gempa bumi susulan.

Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Meski demikian, masyarakat juga diminta tetap waspada.

Sempat Dicuri Sampai Bogor, Patung Ganesha Miliaran Rupiah di Kepurun Klaten Cuma Jadi Pajangan Rumah Warga

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa. Tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum kembali ke dalam rumah," ucapnya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," imbuhnya.

 

Sumber: Detik.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom