Ilustrasi suporter PSS Sleman. (Harian Jogja-Gigih M. hanafi)

Solopos.com, SLEMAN -- Seorang suporter yang diduga merupakan anggota PSS Independen atau biasa disebut Sleman Fans bernama Muhammad Asadulloh Alkhoiri, 20, asal Klaten, meninggal dunia akibat terkena lemparan batu. Korban mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito, Sleman, Sabtu (19/1/2019) malam.

Data yang dihimpun Harian Jogja, Sabtu malam, menyebutkan korban tiba di RSUP dr Sardjito pada Sabtu malam sekitar pukul 21.35 WIB. Sebelumnya, korban sempat dibawa ke RSI PDHI Kalasan. Saat itu, pemuda asal Dusun Sribit, Desa Pandeyan, Jatinom, Klaten, tersebut baru saja menonton pertandingan sepak bola PSS Sleman vs Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Pemuda kelahiran 19 Maret 1999 itu diketahui merupakan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Saat terluka, dia dibawa oleh adik kandungnya, Muhammad Aflah.

Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah, ketika dihubungi awak media pada Minggu (20/1/2019) mengonfirmasi kejadian yang kembali menimpa suporter sepak bola tersebut. Tragedi itu bermula saat korban dan adiknya kembali pulang dari stadion.

Sekitar pukul 19.30 WIB, keduanya dalam perjalanan pulang ke Klaten melalui jalan Jogja-Solo. Saat berada di depan RSI PDHI Kalasan, korban menyalip rombongan suporter lain yang berada didepannya. Tidak lama kemudian sang adik melihat ada lemparan batu dari arah jalur berlawanan (jalur Solo-Jogja) yang akhirnya mengenai korban.

Akibat lemparan batu itu, saksi dan korban terjatuh. Orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian langsung membawa korban ke RSI PDHI Kalasan. Namun tidak lama kemudian pihak RS PDHI merujuk korban ke RSUP dr Sardjito.

Setelah mendapatkan perawatan darurat di RSUP dr Sardjito, tim dokter memutuskan untuk melakukan operasi. Namun pada pukul 23.40 WIB, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten