Tutup Iklan
Tim SAR dan Damkar mengevakuasi jasad Bakdo Wihadi, 50, warga Dukuh Magersari, Desa Glodogan, Klaten Selatan, dari dalam sumur, Senin (28/1/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Bakdo Wihadi, 50, warga Dukuh Magersari, Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, ditemukan https://soloraya.solopos.com/read/20171230/493/881031/penemuan-mayat-klaten-jasad-nenek-nenek-ditemukan-tersangkut-di-kali-kuning-kalikotes" title="PENEMUAN MAYAT KLATEN : Jasad Nenek-Nenek Ditemukan Tersangkut di Kali Kuning Kalikotes">meninggal dunia di dalam sumur, Senin (28/1/2019).

Tim SAR dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari sumur. Bakdo selama ini tinggal bersama keponakannya Agus dan Sri Wahyuni (istri Agus).

Bakdo terbiasa tinggal seorang diri di rumah tersebut dari pagi hingga siang lantaran kedua keponakannya bekerja. Sri Wahyuni menjelaskan sekitar pukul 11.00 WIB ia pulang kerja dan mendapati pintu rumah terkunci.

Lantaran khawatir, Sri mendobrak pintu rumah. Saat mengecek kamar, ia tak melihat pamannya. Bersama tetangga, Sri lantas mencari dan mendapati Bakdo https://soloraya.solopos.com/read/20130730/493/432973/penemuan-mayat-klaten-zainal-tewas-penuh-luka-bacok" title="PENEMUAN MAYAT KLATEN : Zainal Tewas Penuh Luka Bacok">mengapung di sumur.

Sri tak tahu pasti penyebab pamannya tercebur sumur. Ia memastikan selama ini kondisi pamannya biasa-biasa saja.

“Penyebabnya saya tidak tahu. Yang jelas selama ini tidak pernah [ada indikasi ingin bunuh diri]. Biasanya sikat gigi sendiri kalau ke sumur,” kata Sri saat ditemui di sela proses evakuasi.

Ketua RT 003/RW 001, Dukuh Magersari, Desa Glodogan, Subagyo, mengatakan Bakdo belum berkeluarga. Selama ini, ia mengalami gangguan kejiwaan.

Saat ditinggal keponakannya bekerja, Bakdo kerap dijenguk tetangga untuk memastikan kondisinya lantaran ditinggal seorang diri di rumah.

“Kalau kebiasaan korban itu sering setiap pagi menyapu halaman rumah. Saat kejadian tidak ada warga yang tahu karena sumur berada di bagian dalam rumah yang dipagari sehingga tidak ada warga yang melihat,” jelas dia.

Subagyo menjelaskan keluarga memperkirakan Bakdo tercebur sumur secara tidak disengaja alias bukan lantaran bunuh diri. Kemungkinan Bakdo tercebur sumur lantaran terpeleset.

“Dari keluarga tidak menghendaki ada autopsi. Keluarga memperkirakan korban tercebur karena unsur tidak disengaja,” jelas Subagyo.

Proses evakuasi Bakdo melibatkan delapan orang dari tim SAR dan Pemadam Kebakaran. https://soloraya.solopos.com/read/20171026/493/863589/penemuan-mayat-klaten-perempuan-misterius-ditemukan-tak-bernyawa-di-hotel-prambanan" title="PENEMUAN MAYAT KLATEN : Perempuan Misterius Ditemukan Tak Bernyawa di Hotel Prambanan">Evakuasi dilakukan dengan vertical rescue lantaran posisi korban mengapung di permukaan air sumur yang diperkirakan berada pada kedalaman 6 meter dari bibir sumur.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit. “Kalau evakuasi secara manual kesulitan karena cukup dalam. Prosesnya dengan vertical rescue menerjunkan anggota tim ke dalam sumur kemudian mengangkat korban,” kata salah satu anggota SAR Klaten, Irwan Santosa.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten