Pulang dari Bali, Warga Sangkrah Solo Sempat Marah Tak Mau Didata
Ilustrasi tes virus corona atau Covid-19 (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Sepasang warga asal Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, yang baru pulang dari Bali terpaksa didatangi petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, Minggu (5/4/2020) malam.

Warga tersebut menolak didata RT/RW setempat setelah pulang dari Bali yang masuk sebagai zona merah persebaran virus corona. Menurut salah seorang anggota tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Hananto Leo, warga itu sempat marah-marah.

MUI Jateng: Ingat Dosa Tolak Jenazah Pasien Covid-19!

Pengurus RT/RW dan warga sekitar sudah berusaha mendatangi pemudik tersebut untuk didata sesuai prosedur ketetapan (protap) yang ditetapkan. Warga juga sempat menyarankan apabila pemudik itu tidak mau didata di Sangkrah bisa melapor mandiri ke call center yang tersedia di Solo, lantaran mereka baru pulang dari Bali.

"Tapi, malah tidak mau dan marah-marah. Akhirnya mereka meminta bantuan kami yang bertugas di Posko Siaga Covid-19 untuk mendata langsung. Kami datang ke rumahnya mengendarai kendaraan pikap oranye BPBD dan ambulans Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo. Kami juga mengenakan APD lengkap," kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Senin (6/4/2020).

5 Provinsi dengan Penderita Baru HIV dan AIDS Tertinggi di Indonesia

Lurah Sangkrah, Eka Budi Mulyana, menyampaikan warga yang baru pulang dari Bali tersebut akhirnya mau didata. Petugas sekaligus mengecek kondisi kesehatan, serta memintanya melakoni karantina mandiri.

"Saya dapat laporan warga pada Minggu sore. Laporan kami teruskan ke Posko Covid-19 sekaligus melampirkan nomor teleponnya. Malam harinya, tim datang ke rumah pemudik tersebut," kata dia, dihubungi terpisah.

Dampak Corona di Klaten, Puluhan Sidang Cerai Terpaksa Ditunda

Eka menyebut warga Sangkrah Solo yang baru pulang dari Bali itu sempat ditawari pilihan karantina mandiri atau dikarantina di fasilitas milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

"Karena kondisinya sehat, dia memilih karantina mandiri. Ya sudah, menandatangani surat pernyataan. Warga sekitar tetap memantau aktivitas harian, sedangkan kondisi kesehatan dipantau Puskesmas," jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom