Ilustrasi makanan penangkal osteoporosis (Boldsky)

Masyarakat diimbau untuk tak makan berlebihan saat puasa usai

Solopos.com, JAKARTA – Setelah sebulan penuh puasa, masyarakat biasanya seperti balas dendam saat Ramadan Usai. Kebanyakan, orang-orang langsung makan dengan porsi yang berlebihan.

Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) Dr Ari F Syam pun mengimbau umat Islam tetap menjaga makanan dengan baik dan sehat meski bulan puasa telah berlalu. Hal itu karena kondisi tubuh belum sepenuhnya sama seperti saat sebelum puasa.

"Berbagai penelitian termasuk penelitian yang kami lakukan di RSCM, 4 pekan setelah Ramadan kondisi berat badan dan komposisi tubuh kita akan kembali seperti sebelum puasa setelah 4 pekan Lebaran. Tentu kita tidak ingin kondisi ini terjadi oleh karena itu jawabannya kita harus menahan diri," katanya seperti dikutip dari Antaranews.com, Senin (26/6/2017).

Ari menambahkan hal itu kian berbahaya bagi seseorang mempunyai penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes mellitus, kadar kolesterol tinggi atau kadar asam urat tinggi. Ia mengingatkan, sebagian besar penganan yang disajikan saat Lebaran biasanya mengandung tingkat kalori tinggi.

"Makanan yang mengandung coklat, keju dan makanan berlemak bukan saja mengandung kalori yang tinggi tetapi juga mengandung kadar lemak tinggi serta kadar garam yang tinggi," papar Ari.

Selain itu, jumlah lauk yang disajikan juga bermacam-macam sehingga membuat seseorang cenderung mengonsumsi bermacam lauk dan berlebihan. Untuk itu, lanjut Ari, kondisi seperti itu harus diantisipasi antara lain dengan meningkatkan konsumsi benda yang sehat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

"Dengan mengosumsi buah dan sayur-sayuran akan membuat perut kira menjadi cepat kenyang dan tidak berpikir untuk mengosumsi makanan lain," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten