Puasa Tapi Tidak Salat, Bagaimana Hukumnya?
Ilustrasi ibadah di bulan Ramadan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO – Masjid yang dipenuhi jemaah menjadi pemandangan indah setiap Ramadan. Biasanya, sejumlah muslim berdatangan ke masjid untuk menunaikan ibadah salat isya dan tarawih berjemaah. Kebanyakan orang merasa kaki lebih ringan dilangkahkan ke masjid di bulan Ramadan.

Wajar saja, Ramadan memang bulan istimewa yang penuh dengan berkah dan ampunan. Sekecil apapun amalan yang dikerjakan selama bulan Ramadan akan mendekatkan seorang hamba dengan Tuhan. Itulah sebabnya setiap muslim diperintahkan berloma-lomba dalam kebaikan dengan tidak meninggalkan kewajiban, salah satunya salat.

Salat merupakan ibadah wajib yang berada di urutan kedua rukun Islam. Salat adalah tiang agama yang tidak boleh ditinggalkan. Lantas, bagaimana jika orang yang berpuasa tapi meninggalkan atau sama sekali tidak mengerjakan salat? Apakah puasanya diterima?

Ahli tafsir Alquran Indonesia, Quraish Shihab, mengatakan, puasanya orang yang meninggalkan salat tetap sah. Namun, orang tersebut juga melakukan dosa besar karena meninggalkan salat.

"Orang yang puasa tapi tidak mengerjakan salat berdosa. Nanti di hari akhir, Allah akan menuntut setiap orang menyangkut semua kewajiban. Boleh jadi puasamu bagus, tapi tidak salat. Di situlah peran timbangan sangat penting," kata Quraish Shihab dalam video talk show bersama Najwa Shihab, Shihab dan Shihab, yang dinukil Solopos.com, Rabu (8/5/2018).

Quraish Shihab menambahkan, salat adalah ibadah yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Lain halnya dengan puasa, zakat, maupun haji. Jadi, puasanya orang yang tidak salat tetap sah. Namun, dia juga menanggung dosa karena tidak mengerjakan salat yang merupakan perintah wajib.

"Puasanya tidak batal. Hanya saja, salat itu ibadah yang tidak ada gantinya. Kalau puasa masih bisa diganti di hari yang lain. Kalau salat kan tidak. Beda dengan puasa, kalau puasa tidak mampu bisa tidak puasa. Beda dengan zakat, kalau tidak punya uang boleh ditinggalkan. Tapi kalau salat, meskipun sakit Anda tetap wajib salat. Kalau tidak bisa berdiri, wajib duduk. Kalau tidak bisa duduk berbaring. Kalau tidak bisa berbaring dengan isyarat," tegas Quraish Shihab.

Penulis kitab Tafsir Al Misbah itu menegaskan, seseorang tidak bisa melepaskan diri dari kewajiban salat. Perintah salat disampaikan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad melalui peristiwa Isra' Mi'raj.

"Salat adalah kewajiban yang begitu penting sehingga langsung disampaikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad agaknya tanpa perantara. Kalau perintah yang lain disampaikan melalui wahyu dengan perantara Malaikat Jibril. Tapi ini langsung Allah yang menyampaikan," tegas Quraish Shihab.

Salat mencegah seseorang melakukan kemungkaran. Sebab, orang yang salat akan selalu merasakan kehadiran Tuhan dan akhirnya mencegah perbuatan keji.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom